Selasa, 19 Oktober 2010

Puisi untuk sahabat

Saat ini kita seperti sedang berjalan dipantai kehidupan. Kita saling mencari dan akhirnya saling menemukan. Orang bilang sahabat adalah saudara yang Tuhan lupa beri untuk kita. Sahabat adalah anugerah terindah yang Tuhan beri untuk kita. Sahabat adalah bintang paling terang yang Tuhan tunjuk untuk menuntun jalan kehidupan kita. Sahabat juga dikirim Tuhan untuk menutupi semua kekurangan yang ada pada diri kita. Sahabat adalah alunan nada terindah yang Tuhan beri untuk melengkapi symphoni kehidupan ini. Kita bersama-sama menertawakan kesedihan dan menangisi kebahagiaan yang terjadi dalam roda kehidupan ini. Gelak tawa sahabat mampu membuat kita ceria. Bagiku tak ada yang semerdu persahabatan karena persahabatan itu kekal dan abadi. Dengan adanya sahabat kita dapat menapaki hidup kuat-kuat, bertahan dan berjuang dalam kehidupan. Angin pantai yang panas menerpa wajah dan butiran pasir yang menyakiti mata tidak akan pernah kita rasakan dengan adanya sahabat karena sesungguhnya kita tidak pernah sendirian. Tak ada yang mustahil kita hadapi selama sahabat selalu bersama. Karena apapun kebahagiaan yang hilang. Kebahagiaanmu ataukah kebahagiaanku selalu dapat kita temukan dalam lautan tulus persahabatan. Aku mencintai kalian semua sahabat-sahabatku. Tetaplah menjadi sahabatku untuk selama-lamanya karena dari kalian telah kutemukan arti sahabat sesungguhnya.

Today we are like walking the beach life. We find each other and finally find each other. People say friends are the brothers or sisters that God forgot give to us. Friends are the most beautiful gift that God gave to us. Friends is the brightest star that God appointed to lead the way our lives. Friends are also sent by God to cover all the existing shortcomings in ourselves. Friends are the strains most beautiful tone that God gave to complement symphoni of life. We laughed together and cried for happiness sadness that occurred in the wheel of life. Laughter can make us cheerful. To me there's nothing like friendship because friendship is eternal and immortal. With the friends we can tread life hard, endure and struggle in life. The wind blew hot beach sand face and that hurt our eyes will never feel the presence of friends because we never really alone. Nothing is impossible we face during the companions were always together. Because any lost happiness. Happiness or happiness always to be found in the sea of sincere friendship. I love you all my friends. Stay tuned to my best friend forever because of you I have found the meaning of true friends.

Senin, 14 Juni 2010

Rainbow School of Wizard chapter 1

Disclaim : this is just my imagination…
Hope you like it…

Characters :
~ Kim Hye Li
~ Lee Jinki
~ Park Minchi
~ Kim Jonghyun
~ Park Ran Ran
~ Lee Taemin
~ Seo Eun Kyung
~ Choi Minho
~ Im Ryun Ae
~ Park Jung Min
~ Kim Kibum
~ Park Ya Lin
~ Kim Ji Hye
~ So Hyun Ah
~ Lee So Hyun
~ Song Hye Sang

Pagi ini Hye Li memasuki kawasa Rainbow School of Wizard untuk pertama kalinya setelah libur selama 1 bulan. Hye Li segera menuju ruang Wizard Penjaga dimana disana sudah ada teman-temannya yaitu Park Minchi, Park Ran Ran, Im Ryun Ae dan Seo Eun Kyung.
“Kita mengajari wizard yang baru masuk kan?” tanya Eun Kyung
“Ne. ayo sudah bel masuk”, kata Ryun Ae
Mereka menuju lapangan dimana para murid baru berbaris.
“Eh ada yang cakep”, bisik Minchi pada Hye Li
“Jonghyun mau dikemanain say”, kata Hye Li tersenyum
“Tolong diam sebentar”, kata Lee songsaenim selaku kepala sekolah.
Murid baru yang sibuk berceloteh mengagumi keadaan sekolah langsung diam.
“Selama kalian ditingkat 1 kalian akan diajari oleh mereka berlima. Dan ada 5 orang lagi tapi untuk hari pertama ini mereka belum bisa hadir karena ada urusan”, kata lee songsaenim
Para murid baru ttampak kagum.
“Mereka berlima adalah Wizard Penjaga yyang sudah berada di tingkat 6”, kata Asisten Cho
“1 wizard akan mengajar 25 siswa. Daftar nama sudah ditempel di papan pengumuman”, kata Lee Songsaenim segera mengakhiri pidatonya dan menuju ruangannya bersama Asisten Cho
“Jangan ada yang bergerak dari tempat”, kata Eun Kyung
Para Wizard Penjaga mengambil tongkat dari balik jubah dan mengayunkannya.
“Escaple for exinze”, kata mereka berlima dan muncul 5 lembar perkamen.
“Baiklah perkenalkan nama saya Kim Hye Li. Yang diujung namanya Im Ryun Ae disampingnya Park Minchi lalu Seo Eun Kyung dan ini Park Ran Ran”, kata Hye Li memperkenalkan diri dan teman-temannya pada murid baru
“Apa yyang pertama kali kitta pelajari?” tanyya seorang siswi
‘Kalian haarus mengetahui peraturan dasar seorang wizard”, jawab Ran Ran

“Apa peraturannya?” tanya seorang siswa
“Peraturan dasar yang paling penting adalah kalian tidak boleh salah menyebutkan mantra karena salah sebut akan menghasilkan sesuatu yang lain”, jawab Ryyun Ae
Mereka mulai mengajar sampai sore.
“Baiklah sekian pelajaran hari ini?” kata Minchi
Para murid segera bubar.
“Sudah waktunya tarian awan”, kata Ran Ran
Para Wizard Penjaga segera menuju lapangan dan mengucap mantra untuk menghasilkan sayap lau terbang ke tengah-tengah awan.
‘Quinsha ez gweinz extrole vertistrum’
Mereka membaca mantra sambil mengayunkan tongkat dan dari tongkat keluar serbuk warna-warni.
“Hebat ya”, kata seorang siswi tinggkat 1
“Itu namanya Tarian Awan dan hanya Wizard Penjaga yang bisa melakukann tarian awann”, kata seorang siswi tingkat 2

**

Kelima Wizard Penjaga berjalan menuju para muridnya dan mulai mengajar.
“Expect felis”, kata Ryun Ae mengayunkan tongkat dan sebuah bunga ditanah melayang.
“Hebat”, kata parra muridnya
“Itu mantra pengangkat”, kaa Jung Min
Ryun Ae berbalik dan segera memeluk Jung Min
“Aku fikir baru nanti siang pulangnya”, kata Ryun Ae
Jung Min hanya tersenyum. Tatapan mata Ryun Ae bertemu pandang dengan seorang siswi dan melalui mata siswi itu Ryun Ae mendapat penglihatan tentang jai diri gadis itu. Ryun Ae segera berbisik pada Jung Min.
“Lihat gadis yang rambutnya dipilin”, bisik Ryun Ae
Jung Min segera mencari gadis yang rambutnyya dipilin hingga akhirnya dia menemukan gadis itu.
“Gadis itu berbahaya”, bisik Ryun Ae pada Jung Min
Jung Min tampak terkejut.

“Luizen gwein”, kata Hye Li sembari mengayunkan tongkat dan sebuah rumput terangkat dari atas meja lalu berubah menjadi mawar.
“Wow… hebat banget”, kata seorang murid
“Itu namanya mantra perubahan”, jelas Hye Li
“Luzen gwen”, kata seorang siswa tiba-tiba muncul ledakan dari ujung tongkat sihir siswa tersebut.
“Kyaaa…”, kata siswa itu terkeju
Hye Li tersenyum
“Apa yang terjadi?” tanya seorang siswa
“Kamu salah baca mantra”, kata Hye Li pada siswa itu
“Maksudnya?” tanya siswa lain
“kalau salah membaca mantra manfaat mantra tersebut bisa berubah dan yang paling parah akan terjadi ledakan diujung tongkat sihir”, jawab Hye Li
Tiba-tiba seseorang menutup mata Hye Li.
“Lepaskan”, kata Hye Li
“Tebak dulu”, kata seseorang
“Minchi”, kata Hye Li
“Bukan”, kata orang itu
“Jinki”, kata Hye Li
Orang itu segera membuka mata Hye Li. Hye Li serentak berbalik dan memeluk namja itu.
“Bogoshipta”, kata Jinki
“Katanya pulang siang”, kata Hye Li
“Lebih cepat selesai”, jawab Jinki
“Sudahlah sekarang sudah waktunya mengajar”, kata Hye Li
“Mianhe”, kata Jinki pada murid
“Gwenchana. Anda mentor yang satu lagi ya?” tanyya seorang siswi
Jinki mengangguk.
“Kenalkan saya Lee Jinki”, kata Jinki
“Salam kenal sunbae”, kata murid-murid
“Aku ke toilet dulu”, kata Hye Li
Jinki menggangguk. Jinki melanjutkan mengajar murid-murid itu. Tak lama Hye Li kembali dan dia melihat para murid tersenyum gembira tapi pandangan Hye Li mengarah ke mata seorang siswi.
“Matanya berwarna ungu dengan sentuhan biru pekat”, gumam Hye Li dalam hati
Hye Li mencoba melihat apa yang sedang difikirkannya dan yang difikirkan siswi itu adalah menghancurkan Rainbow school of Wizard. Hye Li melihat melalui mata siswi itu bahwa ada dendam membara dihati gadis itu. Dia berniat balas dendam atas suatu hal

“Ran Ran”, kata seorang namja
Ran Ran segera menoleh.
“Kyaa… Taeminie…. Aku tahunya kalian pulang siang”, tanya Ran Ran sembari memeluk Taemin
“Lebih cepat selesai. Yang lain juga sudah pulang”, kata taemin
Ran Ran melihat Jinki, Jung Min, Jonghyun dan Minho sudah kembali. Hye Li, Minchi, Ryun Ae dan Eun Kyung seperti sedang menatap seseorang.
“Hanya perasaanku saja”, kata Ran Ran akan melanjutkan mengajar tapi matanya menangkap aura hitam pekatt disekitar tubuh seorang siswi.
“Auranya sangat buruk hitam pekat dan ada keinginan balas dendam dalam diri siswi itu”, kata Ran Ran pelan
“Kau dapat penglihatan lagi?” tanya Taemin
“Sangat gelap. Auranya sangat gelap”, bisik Ran Ran
Taemin segera menoleh kea rah pandangan Ran rn tapi yang terlihat hanya seorang gadis manis yang sedang serius mencoba mantra.
“Itulah susahnya punya yeoja chingu yang punya kelebihan bisa melihat aura seseorang melalui mata”, kata Taemin

“Yeoriza ez furdeo”, kata Minchi mengayunkan tongkat dan sebuah pena terangkat ke atas lalu berputar di udara dengan kecepatan tetap tapi tiba-tiba pena tersebut berputar tak tentu arrah. Minchi heran dan dia tahu pasti bahwa ada yang sedang mengganggunya.
“Extensio”, kata Minchi berbalik dan melancarkan mantra ikat tubuh agar orang tersebut tidak bisa bergerak
“Ampun. Lepaskan aku jagiya”, kata Jonghyun pada Minchi
“Fluezten”, kata Minchi lalu segera menghampiri Jonghyun
“hampir aja badan aku kaku semua karena mantra ikat tubuhnya”, kata Jonghyun
“Mianhe jagiya aku tidak tahu. Lagipula siapa yang menyuruhmu mengganggu aku yang sedang mengajar”, kata Minchi
“Ya sudah ayo mengajar lagi”, kata Jonghyun
Jonghyun segera menarik Minchi kembali.
“Perkenalkan saya kim Jonghyun. Saya mentor kalian yang kedua”, kata Jonghyun
“Kehancuran. Kegelapan. Amarah. Dendam”, kata Minchi
“Mwo?” tanya Jonghyun
“Eh barusan aku bilang apa?” tanya Minchi
“Sudahlah lupakan”, kata Jonghyun segera mengalihkan perhatian dan kembali mengajar.

“Penampilan kalian keren”, kata salah satu siswi pada Eun Kyung
“Biasa aja deh perasaan kami pake jubah sama seperti kalian”, jawab Eun Kyung
“Jubah kalian ada lambangnya dan rambut kalian seperti diwarnai”, jawab siswi lain
“Itu karena mereka Wizard Penjaga”, jawab seseorang
Eun Kyung segera menoleh dan dapat melihat Minho berdiri dihadapannya.
“Eun Kyung”, kata Minho segera memeluk Eun Kyung
“Setau kami kalian pulang siang”, kata Eun Kyung
“Selesai lebih cepat”, jawab Minho
“Bogoshipta Eun Kyung”, bisik Minho
Eun Kyung segera tersipu-sipu.
“Sunbae, kenapa Wizard Penjaga penampilannya seperti itu?” tanya siswi itu
“Memang seperti itu penampilan para Wizard Penjaga setiap tahun”, kata Minho
“Itu merupakan ciri khas Wizard Penjaga”, kata Eun Kyung
“Oh”, kata siswi itu
“Sekarang siapkan tongkat kalian karena akan latihan lagi”, kata Minho
Para siswa segera menyiapkan tongkat.
“Cara memegang tongkatnya aneh. Itu cara memegang tongkat untuk membunuh”, gumam Eun Kyung dalam hati
Eun Kyung lalu mengamati siswi itu. Melalui mata gadis itu Eun Kyung dapat melihat isi hati gadis itu.
“Aku akan menghancurkan Rainbow School of Wizard ini”, kata gadis itu dalam hati
Eun Kyung tersentak kaget.
“Eun Kyung cepat”, kata Minho memanggil Eun Kyung
Eun Kyung segera membantu Minho. Tak terasa hari sudah sore dan sudah waktunya kelas selesai. Para murid sudah akan pulang ketika Lee Songsaenim datang dan memberi pengumuman.
“Perhatian sebentar”, kata Lee songsaenim
Para murid segera berbaris dan mendengarkan pengumuman.
“Lusa akan diadakan festival sihir di sekolah ini”, kata Lee songsaenim
Para murid bersorak gembira.
“Wizard Penjaga”, panggil Asisten Cho
Para Wizard Penjaga segera maju.
“Ini”, kata Asisten Cho menyerahkan perkamen pada mereka berlima
Mereka membuka perkamen dan itu adalah surat perintah untuk membuat dekorasi.
“Saya serahkan masalah dekorasi pada kalian dan kalian boleh meminta bantuan seperti biasa”, kata Lee songsaenim
Para Wizard Penjaga menggangguk tanda mereka mengerti.
“Karena besok Wizard Penjaga akan sibuk maka para siswa dan siswi tingkat 1 diliburkan”, kata Lee songsaenim
Para siswa dan siswi tingkat 1 segera berteriak gembira.
“Baiklah kalian boleh pulang. Sampai jumpa besok pagi anak-anakku sayang”, kata Lee Songsaenim
“Sampai jumpa songsaenim”, kata para murid sebelum Lee songsaenim menghilang

**

Keesokan harinya…
Para Wizard Penjaga beserta Jinki, Jonghyun, Taemin dan Jung Min sibuk dengan dekorasi aula sekolah untuk festival keesokan harinya. Tidak henti-hentinya ujung tongkat mereka bercahaya karena mantra. Mereka beterbangan kesana kemari untuk menghias langit-langit aula. Tanpa menyadari waktu mereka mendekorasi hingga sore hari.
“Akhirnya selesai juga”, kata Eun Kyung begitu mereka selesai mendekorasi
“Badanku pegal-pegal”, kata Ran Ran
“Ayo sudah waktunya Tarian Awan”, kata Ryun Ae
Mereka berlima keluar diikuti Jinki, Jonghyun, taeemin dan Jung Min.
‘Quinsha ez gweinz extrole vertistrum’
Mereka mengayunkan tongkat dan keluar serbuk warna-warni yang membuat langit sore bercahaya dengan awan warna-warni.
“Ada sedikit awan hitam”, kata Minchi
“Kegelapan”, kata ran Ran
“Ayo keruang Wizard”, ajak eun Kyung
Mereka semua segera menuju ruang Wizard.
“Kemaren aku melihat ada seorang siswi yang ingin menghancurkan sekolah ini dan dia ingin balas dendam. Matanya penuh dendam”, kata Hye Li
“Kapan? Perasaan kemaren kamu biasa aja”, tanya Jinki
“Sesudah dari toilet aku tidak sengaja melihat matanya dan kalian tahu matanya berwarna ungu dengan biru pekat”, kata Hye Li
“Aku kemaren melihat jati diri seorang siswi yang didalamnya ada rasa dendam”, kata Ryun Ae
“Aku kemaren melihat masa depan yang agak gelap”, kata Minchi
“Aku kemaren membaca isi hati seorang siswi. Dia memikirkan cara untuk menghancurkan sekolah ini dan cara dia memegang tongkat adalah cara untuk membunuh”, sambung Eun Kyung
“Gimana rasanya bisa melihat seperti itu?” tanya Jonghyun
“menyenangkan tapi bisa bikin takut”, jawab Minchi
“Pantas kemaren aku melihat kalian serius banget dan kemaren ada aura gelap disekitar seorang gadis”, kata Ran Ran
“Itu pasti pertanda akan terjadi sesuatu”, kata Minho
“Jangan sampai”, kata Eun Kyung
“Semoga tidak akan terjadi apa-apa”, kata Jung Min

Apa yang akan terjadi selanjutnya???
tunggu di Rainbow School of Wizard chapter 2...

Please leave your comment if you like my story...

Selasa, 23 Maret 2010

Note of Love chapter 1

Terinspirasi dari ff Midnight Note...

Enjoy...

Characters :
~ Kim Hye Li (author)
~ Lee Jinki (onew)

My beloved Jinki...
Jam pink di dinding kamarku mulai menunjukkan pukul dua belas malam. Tanganku gemetar saat menulis ini semua. Hari ini tanggal 7 Juli tepat 4 tahun kita pacaran sekaligus hari ulang tahunku. Kau bilang kita harus selalu melihat kebelakang akan kekurangan dan kelebihan.

My dearest Jinki...
Aku selalu mengingat peristiwa 4 tahun silam saat kau bilang 'Saranghae Hye Li' tepat dihari ulang tahunku. Kita memang sudah dekat dari dulu karena orangtua kita bersahabat dan kita berteman. Aku tidak menyangka kalau status 'teman' bisa berubah jadi 'pacar'. Aku senang saat kau bilang 'Saranghae' dan aku tidak ragu-ragu menjawab 'Saranghae Jinki'.

Minggu, 28 Februari 2010

DESTINY Chapter 1

Characters :
~ Angela Valentina Winslow / Kim Hye Li
~ Edward George Winslow / Lee Jinki
~ Anazora Christine Winslow / Park Ran-Ran
~ Half / Kim Kibum (key)
~ Alf / Lee Taemin (taemin)
~ Isabella Aldora / Park Minchi
~ Madame Lucy / Kim Huan Lie
Terinspirasi dari ff The Secret yang ditulis oleh Seena Kwon

**

Bumi terdiri dari 3 dunia. Eclipse, Sinclair dan Shilla. Ketiga dunia tersebut sama-sama dihuni oleh manusia tapi ada beberapa perbedaan. Eclipse dipimpin oleh seorang pemimpin yang egois dan memiliki ambisi untuk menguasai kedua dunia lainnya. Sinclair adalah dunia yang aman, tentram dan damai bagi kehidupan manusia. Shilla adalah dunia yang sangat tentram dan damai sebelum pemimpin Eclipse ingin mempersatukan ketiga dunia dibawah kepemimpinannya. Pemimpin Shilla yang bernama Raja William George Winslow sangat cemas akan keutuhan dunianya. Sebenarnya pemimpin ketiga dunia itu yaitu :
~ Raja Digory Amadeus : Eclipse
~ Raja Harry Fergusson : Sinclair
~ Raja William George Winslow : Shilla
pernah melakukan suatu perjanjian agar mereka tidak saling mengganggu teritori lain tapi Raja Digory yang egois melanggar kesepakatan. Digory memiliki ambisi menguasai Shilla dan Sinclair. Eclipse menyerang Shilla tapi Shilla masih bisa melawan walaupun kehilangan banyak korban. Gerbang yang menghubungkan Shilla dengan dunia luar berhasil disegel oleh 4 orang ksatria Shilla yang gagah berani yaitu Shelley dari klan peri, Tom dari klan elf, Chad dari klan bangsawan dan Weasley dari klan satria. Mereka berhasil menyegel gerbang menuju Shilla dengan menancapkan sebuah pedang milik Weasley di depan gerbang. Karena penyegelan itu ke 4 ksatria gugur tapi jiwa mereka masih hidup di pedang Weasley dan membantu menjaga ketentraman Shilla.

**

500 tahun kemudia...
Eclipse masih berusaha menaklukan Shilla namun segel menghentikan mereka. Raja Cedric Abelard Winslow adalah raja yang saat itu memerintah Shilla sangat cemas pada dunianya.
''Tuan Putri Ann'', panggil dayang istana
''Ada apa?'' tanya Putri Ann
''Anda dipanggil Yang Mulia'', kata dayang istana
''Aku akan segera ke sana'', kata Putri Ann

Putri Ann adalah putri pertama Raja Cedric yang memiliki nama lengkap Angela Valentina Winslow. Putri Ann memiliki seorang adik bernama Putri Zora yang bernama lengkap Anazora Christine Winslow.

Putri Ann bergegas menuju ruang raja. Diruang raja sudah ada adiknya Putri Zora dan kedua pengawal pribadi mereka yaitu Half dan Alf.
''Ada apa ayah memanggil?'' tanya Putri Ann
''Semalam ayah bermimpi bertemu dengan para ksatria. Para ksatria bilang bahwa putri mahkota harus menemukan sang penyelamat yang bisa membebaskan Shilla dari ancaman Eclipse'', jelas Baginda Raja
''Aku akan mencarinya ayah'', kata Putri Ann mantap
''Menurut para ksatria, sang penyelamat berada di Sinclair bukan di Shilla. Itu berarti kau harus pergi ke Sinclair'', kata Baginda Raja
''Aku akan ikut dengan kakak'', kata Putri Zora
''Kau boleh membantu Zora. Aku tidak hanya mengirim Ann dan Zora tapi aku juga mengirim Half, Alf, Isabella dan Madame Lucy'', kata Baginda Raja
''Lebih baik kalian segera bersiap-siap'', kata Baginda
Mereka segera keluar dari ruang raja dan bersiap-siap. Tak lama mereka berkumpul lagi di ruang raja.
''Kalian harus menemukan sang penyelamat itu'', kata Baginda Raja
''Baik ayah'', kata Putri Ann
Mereka segera berangkat menuju gerbang pembatas Shilla dan Sinclair.
''Gerbang ini hanya bisa ditembus oleh kalian ber6. Berusaha sebisa mungkin dan secepat mungkin untuk menemukan sang penyelamat'', kata salah satu tetua di Shilla yang membuka gerbang.
Putri Ann merasa dirinya tersedot melewati gerbang antara Shilla dan Sinclair. Putri Ann membuka matanya tapi dia tidak melihat apa pun. Dia merasakan kehampaan saat itu. Dia melihat suatu cahaya yang menyilaukan semakin mendekatinya.
''Aidan'', kata seseorang
''Aku menemukan tuan putri Madame Lucy'', kata seseorang
Putri Ann tidak bisa mendengar kelanjutannya karena dia langsung pingsan

**

Ann membuka matanya. Yang pertama dilihatnya adalah langit-langit kamar yang polos (di Shilla langit-langit kamar bisa bergerak). Putri Ann juga melihat Half yang duduk disampingnya.
''Kakak'', kata Zora berlari memeluk Ann
Putri Ann melihat Madame Lucy, Isabella, Zora dan ada seorang lagi.
''Cucu anda sudah sadar rupanya. Saya tinggal kalian saja kalau kalian perlu apa-apa silahkan hubungi saya'', kata orang itu
''Terima kasih Mrs. Hwang'', kata Madame Lucy
Lalu orang yang dipanggil Mrs.Hwang pun pergi.
Ann menatap Madame Lucy dengan tatapan bingung.
''Anda pasti bingung tuan putri'', kata Madame Lucy
''Kita berada di sebuah kota di Sinclair bernama Seoul'', kata Madame Lucy
''Nama anda akan menjadi Kim Hye Li, Putri Zora akan menjadi Park Ran-Ran, Isabella akan menjadi Park Minchi, Half akan menjadi Kim Kibum atau key, Alf akan menjadi Lee Taemin, sedangkan saya adalah Kim Huan Lie. Disini saya akan menjadi nenek anda dan Putri Zora. Isabella, Half dan Alf akan menjadi sepupu anda. Segala keperluan kalian sudah saya siapkan termasuk rumah ini. Mulai besok kalian akan bersekolah di sekolah Athens'', jelas Madame Lucy
''Baik'', kata Putri Ann
''Kalian juga sebaiknya mulai beradaptasi dengan bahasa dengan bahasa disini'', kata Madame Lucy
''Sebaiknya anda istirahat'', kata key

Kamis, 25 Februari 2010

Give Me Your Smile Chapter 2

Enjoy...

* rumah Hye Li *
''Kenapa Jinki tahu semua kesukaanku?'' kata Hye Li heran
''Sepertinya Jinki tahu semua kesukaanku'', kata Hye Li
Hye Li mencari album foto dan membuka-buka mencari seseorang yang mungkin mirip dengan Jinki. Saat membuka foto SMP dia teringat seseorang.
''Prince'', kata Hye Li
''Dimana kau sekarang Prince?'' kata Hye Li sedih

* keesokan harinya saat istirahat *
''Hye Li'', panggil Jinki saat Hye Li beranjak keluar kelas
''Ada apa?'' tanya Hye Li kembali
''Gamsahamnida telah menolongku mencari kado kemarin'', kata Jinki
''Gwenchanayo'', jawab Hye Li
''Nanti malam ada acara gak?'' tanya Jinki
''Ani. Ada apa?'' tanya Hye Li
''Aku ingin mengajakmu pergi'', kata Jinki
''Boleh'', kata Hye Li
''Nanti aku jemput jam 7 ya'', kata Jinki
''Ne'', jawab Hye Li
Tak lama bel berbunyi menandakan istirahat usai. Mereka melanjutkan pelajaran dan tanpa terasa pelajaran telah selesai dan mereka pulang

* sore harinya *
Hye Li sedang bermain gitar di ruang tamu dan key menyanyi. Mom sedang menyiram tanaman. Tiba-tiba ada mobil berhenti di depan rumah. Mom menghampiri orang yang turun dari mobil itu
''Jinki, ayo masuk dulu. Hye Li ada di dalam'', kata mom akrab
Mom dan Jinki masuk ke dalam rumah. Aku yang sedang main gitar tidak menyadari kehadiran mereka. Saat selesai baru aku menyadari.
''Hye Li ada Jinki'', kata mom
''Katanya jam 7'', kata Hye Li
''Pengen aja jemput kamu lebih cepat'', kata Jinki tersenyum
''Aku ganti baju dulu'', kata Hye Li
''Jinki silahkan duduk'', kata key bersahabat
''Silahkan duduk Jinki. Mau minum apa?'' tanya mom
''Tidak usah repot-repot'', kata Jinki
Hye Li langsung menuju ke kamar untuk ganti baju. Tak lama Hye Li turun dengan menggunakan gaun pink sebatas lutut.
''Ayo'', kata Jinki
''Mom, oppa, aku pergi dulu ya. Bilang sama dad aku pergi sebentar'', kata Hye Li
''Jangan buru-buru'', kata mom
''Jangan buru-buru'', kata mom
''Kami permisi dulu'', kata Jinki
Mereka segera keluar menuju mobil Jinki
''You are so beautiful'', kata Jinki
''Gamsahamnida'', kata Hye Li
Hye Li heran. Karena mom dan key bersikap sangat bersahabat seolah-olah mereka sudah kenal lama. Mereka menuju sebuah restoran romantis untuk diner
''Kamu suka?'' tanya Jinki
''Sure'', jawab Hye Li
Mereka menikmati dinner itu. Setelah dinner Jinki mengajak Hye Li ke taman.
''Sebenarnya kamu itu siapa sih kok bisa akrab sama mom dan oppa? Trus kamu juga tahu semua kesukaanku?'' tanya Hye Li
''Aku akan kasih tahu kamu tapi gak sekarang'', jawab Jinki
''Kapan?'' tanya Hye Li
''Besok'', jawab Jinki
Mereka lalu pulang karena sudah malam
* keesokan harinya *
''Mana Jinki? Tumben gak masuk'', kata Hye Li
Hye Li membuka tasnya. Saat itu ada setangkai bunga dan sebuah surat jatuh dari tasnya. Hye Li langsung membukanya.
Kau sungguh ingin tahu siapa aku? Kalau begitu temui aku di taman sepulang sekolah
Jinki
Hye Li bingung akan surat itu.

* pulang sekolah *
Begitu bel pulang sekolah berbunyi Hye Li langsung menuju parkiran. Begitu sampai mobil Hye Li langsung tancap gas menuju taman. Begitu sampai di taman dia menemukan banyak bunga. Dia mengambil bunga yang paling dekat dan ada suratnya.
Ikuti jalur bunga itu. Bunga itu akan membawamu padaku.
Jinki
Hye Li mengambil bunga itu satu persatu dan bunga terakhir berada di depan tangga sebuah rumah pohon.
''Ini'', kata Hye Li teringat sesuatu dan sebutir air mata mengalir di pipi Hye Li.
''Jangan menangis, Princess'', kata Jinki tiba-tiba muncul
Jinki mendekati Hye Li dan menghapus air mata Hye Li
''I miss you Prince'', kata Hye Li
''I miss you too Princess'', kata Jinki
Mereka menuju sebuah bangku yang ada disana
''Mian ne'', kata Jinki
''For what?'' tanya Hye Li sambil terisak
''Karena telah meninggalkanmu'', kata Jinki
''Aku pindah ke Amerika karena dad pindah tugas. Akhirnya aku kembali ke Korea'', kata Jinki
''Kau tahu dari mana aku sekolah di Athens?'' tanya Hye Li
''Your family'', jawab Jinki
''Don't leave me again'', kata Hye Li
''I promise'', kata Jinki
''Princess'', panggil Jinki
''Ne Prince'', kata Hye Li
''Give me your smile'', kata Jinki
Hye Li tersenyum manis dan tampak lesung pipi di sisi kiri dan kanan pipinya
''Thank you for your smile'', kata Jinki
''Anything for you my prince'', jawab Hye Li sambil menyandarkan kepala ke bahu Jinki
Akhirnya mereka bisa bersama setelah sekian tahun terpisah dan mereka menemukan kebahagiaan mereka yang dulu sempat tertunda.

The End

Kamis, 18 Februari 2010

Give Me Your Smile Chapter 1

Characters :
~ Kim Hye Li
~ Lee Jinki (onew)
~ Kim Kibum (key)

Kim Kibum dan Kim Hye Li adalah anak dari Mr dan Mrs Kim yang sangat kaya. Key dan Hye Li bersekolah di sekolah paling populer di Korea yaitu Athens. Mereka berdua sangat populer disekolah karena kepintaran dan paras mereka yang memukau dan mereka juga cool. Key berada dikelas 3 SMA sementara Hye Li kelas 2 SMA. Seperti pagi-pagi biasa hari ini mobil Key dan Hye Li meluncur di halaman sekolah Athens.

* kelas Hye Li *
''Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru'', kata Bu Jesica didepan kelas
Murid baru itu segera memperkenalkan diri
''Perkenalkan nama saya Lee Jinki. Saya pindahan dari Amerika'', kata murid itu
''Jinki kamu duduk disamping Hye Li'', perintah Bu Jesica
Jinki segera duduk disampingku
''Lee Jinki imnida'', kata Jinki
''Kim Hye Li imnida'', kata Hye Li

* istirahat *
''Hye Li, ayo kita ke kantin'', ajak key
''Ne oppa'', jawab Hye Li
Hye Li beranjak dari tempat duduknya dan mereka pergi menuju kantin
''Kamu dan key masih saja lengket seperti dulu'', kata Jinki

* dikantin *
''Hye Li, teman sebelah kamu murid baru ya?'' tanya key
''Ne'', jawab Hye Li
''Oppa'', panggil Hye Li
''Ne'', jawab key
''Aku seperti tidak asing dengan wajah Jinki'', kata Hye Li
''Perasaan kamu aja kali'', kata key
''Ani. Sepertinya aku pernah kenal dekat sama dia'', kata Hye Li
''Ya sudah. Ayo kembali ke kelas sebentar lagi masuk'', kata key
Mereka segera menuju kelas. Tak terasa sekolah sudah selesai. Key dan Hye Li segera pulang ke rumah

* sore harinya *
Key dan Hye Li terlihat asik bercanda dan tertawa riang. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengamati mereka dengan mobil dari jauh. Dia tersenyum melihat tingkah laku Hye Li
''Kau masih sama seperti dulu'', katanya
Lalu dia pergi. Hye Li yang merasa diperhatikan menoleh keluar tapi dia tidak melihat siapa-siapa lalu dia melanjutkan kegiatannya

* keesokan harinya *
Kelas Jinki dan Hye Li baru saja selesai berolahraga. Hye Li duduk ditaman sekolah. Dia sedang melamun hingga tidak menyadari ada yang menghampirinya
''Ini minum'', kata orang itu menyerahkan sebotol minuman
''Eh'', kata Hye Li sadar dari lamunannya dan melihat orang itu
Ternyata itu adalah Jinki. Hye Li mengambil minuman itu
''Darimana kau tahu bahwa ini minuman kesukaanku?'' tanya Hye Li
''Hanya menebak. Beruntung kamu suka'', jawab Jinki
''Gamsahamnida'', kata Hye Li tersenyum
''Gwenchanayo'', balas Jinki
''Aku senang melihat kembali senyum itu'', kata Jinki dalam hati
''Boleh aku bertanya?'' tanya Hye Li
''Ne'', jawab Jinki
''Apa kita pernah bertemu sebelumnya?'' tanya Hye Li
''Kenapa?'' tanya Jinki
''Aku merasa kita pernah bertemu dan wajahmu tidak asing lagi'', jawab Hye Li
Jinki hanya tersenyum
''Nanti siang kamu ada acara gak?'' tanya Jinki
''Ani. Memang kenapa?'' tanya Hye Li
''Aku ingin membeli bunga untuk kakakku tapi aku gak tahu toko bunga yang bagus disini. Bisa temani?'' tanya Jinki
''Boleh saja'', jawab Hye Li

* pulang sekolah *
''Jinki, aku mau ke kelas key oppa dulu'', kata Hye Li
''Ne'', jawab Jinki
Hye Li berjalan keluar kelas menuju kelas key sementara Jinki mengikuti Hye Li
''Oppa'', panggil Hye Li
''Ada apa?'' tanya key
''Hari ini aku mau pergi dengan Jinki. Bilang sama mom dan dan'', kata Hye Li
''Nanti oppa bilang sama mom dan dad'', kata Key
''Gamsahamnida. Aku pergi dulu ya'', kata Hye Li melambai pada key
Key mengangguk dan tersenyum pada Jinki
''Ayo kita pergi'', kata Hye Li
Mereka menuju parkiran dan segera pergi ke toko bunga
''Bunga mawar bagaimana?'' tanya Hye Li
''Boleh juga'', jawab Jinki
Jinki menuju kasir dan membayar. Sementara itu Hye Li menunggu didepan toko
''Ini untuk kamu'', kata Jinki menyerahkan sebuket bunga lili putih
''Gamsahamnida'', kata Hye Li
Hye Li bingung kenapa Jinki tahu bunga kesukaannya. Hye Li tersenyum pada Jinki. Mereka lalu pulang kerumah masing-masing

* rumah Jinki *
''Akhirnya aku bisa melihat senyum itu lagi'', kata Jinki
''Sekian lama aku menunggu untuk melihat senyum itu dan akhirnya aku bisa melihatnya hari ini'', kata Jinki

Sebenarnya siapa Jinki dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tunggu kelanjutannya di Give Me Your Smile Chapter 2

Minggu, 14 Februari 2010

Real Love Chapter 4

* dirumah *
''Hye Li'', panggil Jinki oppa
''Ne'', jawabku
''Ada kado untukmu'', kata key oppa
''Dimana?'' tanyaku
''Dikamarmu'', jawab key oppa
Aku segera berlari ke kamarku untuk melihat kadoku. Diatas tempat tidurku ada sebuah kado berwarna pink yang sangat besar. Akupun langsung membukanya. Aku mendapati sebuah boneka teddy bear warna pink yang sangat besar dikado tersebut. Disana ada sebuah surat. Lalu aku membacanya.

Dear Hye Li,
Merry Christmas Hye Li, aku beri kau kado natal sebuah boneka teddy bear. Semoga kau menyukainya.
With Love,
Lee Jinki

Aku senang menerima kado tersebut. Jinki oppa I Miss You. Saat ini aku sedang konsentrasi untuk ujian melukis yang sangat penting karena ujian tersebut menentukan kelulusanku. Setelah lulus aku akan menyusul key oppa untuk kuliah di salah satu universitas terkenal di Korea.

* saat ujian *
''Tuhan semoga aku bisa menghadapi ujian ini'', doaku
Aku mulai melukis. Akhirnya aku selesai melukis. Lukisanku kali ini adalah seorang wanita dan laki-laki sedang bergembira sambil berpegangan tangan dengan latar belakang pantai yang indah. Dilukisan itu terlihat kalung yang melingkar manis di leher mereka berdua. Kalung yang sama seperti milikku dan Jinki oppa.
Saat ini aku sedang menunggu pengumuman kelulusan. Saat hari pengumuman tiba aku pergi kesekolah dan menerima amplop berisi keputusan lulus atau tidaknya. Aku lalu membuka. Saat membuka wajahku langsung gembira karena ternyata aku dinyatakan lulus dengan nilai A. Aku langsung pulang kerumah untuk memberitahukan berita ini pada key oppa dan umma. Sesampai dirumah aku beritahu mereka tentang kabar gembira ini
''Wah selamat ya Hye Li'', kata umma
''Selamat ya Hye Li'', sambung key oppa
''Makasih umma, oppa'', kataku
Setelah itu aku pergi kekamar untuk tidur. Baru kira-kira satu jam aku tidur tiba-tiba aku mendengar lagu The Name I Love tapi aku yakin bukan key oppa yang menyanyikan karena itu bukan suara key oppa. Tapi suara siapa yang menyanyi lagu tersebut. Jangan-jangan Jinki oppa. Itu seperti suara Jinki oppa
''Tapi Jinki oppa kan ada di Jepang jadi gak mungkin tiba-tiba dia ada disini menyanyikan salah satu lagu kesukaanku'', kataku
''Pasti aku sedang bermimpi'', kataku
Aku mencubit lenganku
''Awww sakit'', kataku
''Berarti aku gak mimpi'', kataku
Akupun berjalan menuju ke jendela kamarku. Saat melihat kebawah aku melihat Jinki oppa sedang tersenyum manis padaku
''Tuh kan bener dugaanku. Tadi memang Jinki oppa yang nyanyi. Buktinya sekarang Jinki oppa ada dibawah dan sedang tersenyum padaku'', kataku polos
Lalu akupun sadar
''Jinki oppa'', teriakku
Aku lali berlari menuruni tangga dengan cepat dan membuka pintu. Saat pintu sudah terbuka aku langsung berlari dan memeluk Jinki oppa.
''Oppa kok pulang gak bilang-bilang sih'', kataku
''Kalo bilang bukan surprise namanya'', kata Jinki oppa
''Ehem. Ehem'', kata key oppa
''Oppa'', kataku
''Akhirnya kamu datang juga tapi kok kamu telat 30 menit Jinki?'' tanya key
''Pesawatnya telat berangkat'', kata Jinki
''What? Jadi oppa sudah tahu kalau Jinki oppa mau pulang. Kok gak bilang sama aku'', kataku cemberut
''Jinki bilang mau bikin surprise jadi aku diam aja'', jawab key oppa
''Ih oppa tega nie sama adeknya'', sambungku
''Ya udah aku masuk dulu ya'', kata key oppa
Oppa pun masuk ke rumah.
''Sudahlah Hye Li jangan cemberut lagi. Manisnya hilang kalo kamu cemberut. Senyum donk'', goda Jinki sambil mencubit pipiku
''Oppa'', kataku
Akupun tersenyum
''Gitu donk kalo senyum kan tambah manis'', kata oppa
''Hye Li. Terima kasih telah menungguku'', kata Jinki oppa
''Ne. Aku percaya Jinki oppa pasti kembali'', jawabku
''Hye Li'', kata Jinki oppa
''Ne'', jawabku
''Hye Li, will you be my girl?'' tanya Jinki oppa
''Iya oppa'', jawabku
Jinki oppa lalu memelukku. Diam-diam key oppa melihat dari balik jendela.
''Akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu Hye Li'', kata key oppa
''Selamat berbahagia Hye Li'', kata key oppa sambil tersenyum

Sabtu, 13 Februari 2010

Real Love Chapter 3

* keesokkan harinya *
Saat sedang menuju kelas aku bertemu dengan Jinki oppa.
''Annyeonghaseyo oppa'', sapaku
''Annyeonghaseyo Hye Li'', jawab Jinki oppa
''Hye Li nanti kamu ada acara gak sepulang sekolah?'' tanya Jinki
''Ani'', jawabku
''Aku mau ajak kamu jalan-jalan mau gak?'' tanya Jinki oppa
''Boleh'', jawabku

* pulang sekolah *
''Hye Li'', panggil Jinki oppa
''Jadikan jalan-jalannya?'' tanya Jinki oppa
''Ne. Tapi aku harus bilang key oppa dulu takutnya dia nungguin aku'', kataku
''Aku sudah bilang sama key'', kata Jinki oppa
Kamipun jalan-jalan ke mal. Kami foto bersama, makan-makan dan nonton bioskop. Tak terasa sudah malam kamipun pulang.
Saat sampai dirumah, key oppa menanyakan bagaimana jalan-jalannya
''Hye Lim gimana jalan-jalannya?'' tanya Key oppa
''Asik oppa'', jawabku
''Kalian ngapain aja?'' tanya key oppa
''Foto-foto, makan-makan dan nonton'', jawabku
''Oppa mau liat donk fotonya'', pinta key oppa
''Ini'', kataku sambil menunjukkan fotoku bersama Jinki oppa
''Kamu makin akrab sama Jinki sekarang'', kata key oppa
''Biasa aja oppa'', kataku
''Bagimu memang biasa aja tapi orang lain yang melihat'', kata key oppa
''Oppa aku makin menyukai Jinki oppa'', kataku
''Bagus kalo begitu. Sebab jika kau pacaran dengan Jinki aku tidak takut kau akan disakiti lagi'', kata key oppa
''Tak terasa kita sudah disini selama 1 tahun berarti aku sudah mengenal Jinki oppa selama 1 tahun. Sebentar lagi oppa dan Jinki naik kelas 3 dan aku naik kelas 2. Waktu begitu cepat berlalu'', kataku

* dirumah Jinki oppa *
''Kenapa kita harus pindah ke Jepang umma?'' tanya Jinki
''Appamu mendapat tugas di Jepang selama 1 tahun jadi kita harus pindah tapi nanti kita akan kembali ke Korea'', jelas Umma
''Kita akan pindah lusa Jinki'', kata Umma
Jinki hanya bisa diam membisu

* keesokan harinya *
''Key'', panggil Jinki
''Ada apa Jinki?'' tanya Key
''Aku ingin bicara denganmu'', kata Jinki
''Orangtuaku mendapat tugas di Jepang selama 1 tahun jadi aku harus pindah'', jelas Jinki
''Maksudmu?'' tanya key
''Besok aku akan pindah ke Jepang. Sebenarnya aku tidak ingin pindah karena aku ingin menepati janjiku padamu untuk membahagiakan Hye Li'', jelas Jinki
''Lalu apa yang akan kau lakukan?'' tanya key
''Tolong berikan ini pada Hye Li'', kata Jinki sambil memberikan sebuah kado berwarna pink pada key
''Baiklah akan kuberikan'', kata key

* dirumah *
Tok...tok...tok...
''Hye Li, boleh oppa masuk?'' tanya Key oppa
''Ne'', jawabku
''Ada apa oppa?'' tanyaku
''Buka saja'', jawab Key oppa
Lalu key oppa meninggalkan kamarku. Karena penasaran aku membuka kado itu. Disana ada sebuah kalung. Aku pernah melihat kalung ini. Kalung ini leontinnya dapat disatukan dengan kalung pasangannya agar leontinnya membentuk sebuah hati. Aku pun memakainya. Lalu kulihat ada sebuah surat. Aku langsung membacanya.

Dear Hye Li,
Aku ingin meminta maaf padamu karena aku harus pindah ke Jepang. Orangtuaku pindah tugas ke Jepang jadi aku harus ikut. Aku ingin jujur padamu sebenarnya aku mencintaimu. SARANGHAE HYE LI. Aku berikan kau kalung ini agar kau selalu mengingatku. Pasangan kalung itu saat ini tengah melingkar dileherku. Aku janji padamu bahwa aku akan kembali secepatnya. Tolong tunggu aku kembali.
Lee Jinki

Aku kaget membaca surat tersebut. SARANGHAE JINKI OPPA kataku dalam hati. Aku akan selalu menunggu Jinki oppa kembali

1 tahun telah berlalu. Aku tidak pernah berniat untuk mencari pengganti Jinki oppa karena aku percaya Jinki oppa pasti kembali sesuai janjinya.
''Jinki oppa I Miss You. Kapan oppa pulang?'' kataku sambil melihat kalung pemberian Jinki oppa
Kalau melihat kalung pemberian Jinki oppa aku jadi teringat Jinki oppa. Aku teringat dengan semua kejadian yang aku alami bersama oppa dari mulai tabrakan di koridor, jalan-jalan dimal dan semua kejadian lain.

* saat natal *
Natal kali ini aku ingin berdoa bagi diriku, key oppa, umma dan Jinki oppa. Aku pun pergi ke gereja
''Tuhan semoga dinatal ini aku, key oppa dan umma mendapat kebahagiaan tak terhingga. Tuhan berikan aku hadiah terindah dalam natal kali ini. Tuhan lindungu selalu Jinki oppa. Semoga Jinki oppa cepat kembali'', doaku
Setelah berdoa aku meletakkan bunga mawar didepan patung Bunda Maria. Lalu akupun pulang untuk merayakan natal bersama key oppa dan umma

Kamis, 04 Februari 2010

Real Love Chapter 2

Hari ini aku ada tambahan pelajaran karena aku harus mengejar ketinggalanku. Tadi key oppa sudah pulang duluan tapi katanya nanti dia akan jemput aku lagi soalnya aku gak bisa pulang sendiri. Tiba-tiba hpku berbunyi dilayar tertulis key oppa
''Annyeonghaseyo'', kataku
''Annyeonghaseyo'', jawab key oppa
''Oppa, ada apa telepon?'' tanyaku
''Hye Li nanti oppa gak bisa jemput kamu soalnya umma minta temenin belanja'', jelas key oppa
''Terus aku pulangnya gimana oppa? Aku kan gak bisa pulang sendiri'', tanyaku
''Tenang aja tadi oppa sudah minta tolong sama Jinki buat jemput kamu'', jawab key oppa
''Oh gitu. Aku takutnya nanti aku pulang sendirian kan aku gak bisa pulang sendiri'', jelasku
''Tapi gak apa-apa kan kalo Jinki yang jemput?'' tanya key oppa
''Gak apa-apa oppa'', jawabku
''Ya sudah kalo gitu. Oppa antar umma dulu ya. Bye Hye Li'', kata key oppa
''Bye oppa. Be carefull'', kataku

* sore harinya *
''Akhirnya pulang juga. Capek setelah ujian hari ini'', gumamku
Saat sampai dihalaman sekolah aku kaget karena aku melihat Jinki oppa. Aku baru ingat kalo hari ini aku dijemput sama Jinki oppa. Akupun menghampiri Jinki oppa
''Oppa sudah lama menunggu?'' tanyaku
''Eh Hye Li, belum lama kok'', jawabnya
''Ya sudah sekarang kita pulang yuk'', ajakku
''Tadi key bilang katanya kunci rumah dia bawa jadi sekarang kamu belum bisa pulang'', jelas Jinki oppa
''Trus sekarang gimana donk?'' tanyaku
''Gimana kalo kita jalan-jalan aja sambil tunggu key pulang'', tanya Jinki oppa
''Oke deh'', jawabku
''Tapi sekarang kita makan dulu ya, kamu pasti belum makan kan?'' tanya Jinki oppa
''Ne'', jawabku

* direstoran *
''Mau pesan apa?'' tanya pelayan
''Hye Li kamu mau pesan apa?'' tanya Jinki oppa
''Terserah oppa aja'', jawabku
''Kalo gitu steak sama orange juice aja 2'', pesan Jinki oppa
Pelayan itu pun pergi dan tak lama kembali sambil membawa pesanan kami. Kamipun mengobrol sambil makan.
''Kamu sekarang di jurusan seni lukis kan? Kenapa tidak di bidang nyanyi aja seperti key?'' tanya Jinki oppa
''Dulu aku begitu mengenal semua seluk beluk dunia musik tapi begitu aku mengenal seni lukis semuannya berubah. Aku merasa diseni lukis aku bisa mengekspresikan apa yang sedang aku pikirkan'', jelasku
''Sekarang kamu masih tertarik dengan dunia musik?'' tanya Jinki oppa lagi
''Masih tertarik'', jawabku
Kamipun selesai makan dan berjalan-jalan di mal. Saat kami melewati toko aksesoris Jinki oppa mengajak aku memasuki toko itu dan Jinki oppa membeli 2 buah gelang yang sama.
''Oppa untuk apa kita beli gelang ini?''tanyaku
''Buat kenang-kenangan supaya kita gak lupa akan kejadian hari ini. Oh ya gelangnya jangan dilepas ya'', pinta Jinki oppa sambil memasangkan gelang ditanganku
''Oke'', jawabku
Tak terasa sudah malam kamipun pulang

* Keesokan harinya *
''Key'', panggil Jinki
''Ada apa Jinki?'' tanya key
''Aku boleh curhat gak sama kamu?'' tanya Jinki
''Ne'', jawab key
''Nanti istirahat aja ya'', pinta Jinki
''Oke'', jawab key

* saat istirahat *
''Kamu mau curhat apa?'' tanya key
''Tapi kamu janji jangan bilang siapa-siapa'', kata Jinki
''I promise'', jawab key
''Aku suka sama seorang perempuan'', jelas Jinki
''Bagus donk. Siapa perempuan yang beruntung itu?'' tanya key
''Hye Li'', jawab Jinki
''My sister?'' tanya key
''Ne'', jawab Jinki
''Gak apa-apa kan?'' tanya Jinki
''Gak apa-apa kok. Aku justru senang bila suatu saat nanti kalian pacaran karena aku telah mengenal kamu. Karena duku hatinya pernah disakiti'', jelas key oppa
''Siapa?'' tanya Jinki oppa
''Teman sekolah Hye Li. Pacar yang dia sayang dan teman yang dia percaya ternyata menusuknya dari belakang. Mereka pacaran diam-diam dibelakang Hye Li dan pacarnya ternyata lebih memilih sahabatnya'', jelas key
''Tapi selama ini dia selalu gembira dan wajahnya selalu tenang'', kata Jinki
''Wajah tenang yang Hye Li tunjukkan sebenarnya adalah topeng. Dia berubah sejak kejadian itu'', jelas key
''Sejak kejadian itu adikku yang dulunya bisa mengekspresikan perasaan yang sedang ia rasakan dan selalu gembira berubah. Sekarang dia selalu bersikap tenang dan dia selalu gugup jika ditanya mengenai masa lalunya di London'', tutur key
''Jadi itu alasan kalian pindah ke Korea?'' tanya Jinki
''Itu hanya salah satu alasan saja'', jawab key
''Hye Li, dia akan gemetar bila gugup dan menyembunyikan sesuatu. Dia bisa menyembunyikan perasaannya didepan umma tapi tidak didepanku'', jelas key
''Kalian berdua begitu dekat'', kata Jinki
''Bagiku Hye Li adalah segalanya dan aku akan selalu berusaha membuatnya bahagia'', kata key
''Aku berjanji akan membahagiakan Hye Li'', kata Jinki
''Oh ya aku mohon pembicaraan kita jangan kau beritahukan pada Hye Li'', pinta Jinki
''Baiklah'', jawab Key

* dirumah *
''Hye Li, kamu liat gitar oppa gak?'' teriak key oppa dari ruang tamu
''Ada dikamarku oppa. Ambil aja kesini'', jawabku
Oppa pun datang kekamarku dan mengambil gitarnya
''Oppa nyanyi donk soalnya aku lagi BT nie'', pintaku
Oppa pun menyanyikan lagu Please, Don't Go. Tiba-tiba aku teringat bahwa ada seseorang yang pernah menyanyikan lagu tersebut untukku tapi akhirnya dia pergi. Tanpa kusadari air mataku jatuh. Setelah selesai menyanyi key oppa menyadari bahwa aku menangis.
''I'm so sorry about this'', kata key oppa
''Gak apa-apa kok oppa'', jawabku
''Kamu ingat dia?'' tanya key oppa
''Ne'', jawabku
''Aku ingin melupakan semua kejadian itu oppa. Aku ingin melupakan semuanya. Aku ingin membuka lembaran baru'', jelasku sambil terisak
''Oke. Sekarang berhenti menangis dan lupakan semuanya untuk selama-lamanya'', kata key oppa

Real Love Chapter 1

Characters :
~ Kim Hye Li
~ Lee Jinki (onew)
~ Kim Kibum (key)

Perkenalkan namaku Kim Hye Li. Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah baru. Aku adalah murid pindahan dari London. Aku anak bungsu dari 2 bersaudara. Kakakku bernama Kim Kibum atau sering dipanggil key. Saat ini aku sedang bingung mencari kelasku sebab dari tadi aku tidak menemukan kelasku. Dalam kebingunganku tiba-tiba aku menabrak seseorang
''Eh Mian'', kataku minta maaf
''Gwenchanayo'', jawabku sambil tersenyum
Senyumnya begitu manis pikirku.
''Annyeonghaseyo'', kataku
''Annyeonghaseyo'', balasnya
''Siapa namamu?'' tanyanya
''Kim Hye Li imnida'', jawabku
''Lee Jinki imnida'', balasnya
''Jinki oppa boleh aku tanya sesuatu?'' tanyaku
''Ne'', jawabnya
''Ruang lukis dimana?'' tanyaku
''Diruang 7'', jawab Jinki oppa
'''Gomawo oppa'', balasku
''Aku pergi dulu ya. See You oppa'', kataku lagi
''Ne'', jawab Jinki oppa
Akupun pergi tapi sebelum pergi aku masih sempat tersenyum padanya. Aku menemukan seorang guru yang ternyata guru wali kelasku dan akupun diperkenalkan pada teman-temanku.
''Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru'', kata Bu Sherly guru lukis dikelas
''Perkenalkan nama saya Kim Hye Li. Salam kenal'', kataku
Akupun duduk dibangku kosong
''Anak-anak hari ini ibu memberi tugas untuk melukis bebas. Apapun yang sedang kalian pikirkan silahkan kalian lukis'', kata Bu Sherly
Kamipun mulai melukis. Aku melukis apa yang sedang aku pikirkan. Saat selesai melukis aku terkejut dengan apa yang kulukis wajah Jinki oppa yang sedang tersenyum manis. Ternyata setelah tabrakan tadi aku terus memikirkan Jinki oppa sampai aku tidak aku tidak sengaja melukis Jinki oppa yang sedang tersenyum. Sepertinya aku menyukai Jinki oppa. Aku menyukai Jinki oppa sejak pertama kali melihatnya.
KKKRRRRIIIIINNNNGGGGG!!!!! Bel pulang sekolah berbunyi. Aku segera keluar dan menuju ruang 11 yaitu kelas key oppa. Aku menunggu kelas key oppa bubar. Begitu melihat key oppa aku langsung mengajaknya pulang
''Oppa ayo kita pulang sudah siang nie'', kataku
''Iya, iya adikku sayang. Ayo kita pulang'', jawab key oppa
''Key'', tiba-tiba ada yang memanggil key oppa
Kamipun menoleh. Aku kaget karena ternyata yang memanggil adalah Jinki oppa. Tapi pertanyaanku key oppa kenal Jinki oppa dari mana ya pikirku.
''Eh Jinki ada apa?'' tanya key oppa
''Ini aku mau kasih buku catatan ini padamu takutnya nanti kamu ketinggalan pelajaran kan kamu murid baru'', kata Jinki oppa
''Gomawo'', balas key oppa
''Oh ya kenalkan ini adikku namanya Hye Li. Hye Li ini teman baruku namanya Lee Jinki'', jelas key oppa
''Kamu yang tadi dikoridor kan?'' tanya Jinki oppa
''Ne'', balasku
''Jadi kalian sudah saling kenal ya?'' tanya key oppa
''Ne, tadi aku bertemu dia kebingungan mencari kelasnya'', jawab Jinki oppa
''Oh gitu. Oh ya kami pulang dulu ya. Kapan-kapan main kerumahku ya'', kata key oppa

* dirumah *
Setelah ganti baju aku dan key oppa makan siang lalu aku belajar. Aku melukis dan lagi-lagi wajah Jinki oppa yang sedang tersenyum yang kulukis. Setelah itu aku melamun. Melamunkan Jinki oppa tanpa kusadari key oppa masuk ke kamarku.
''Hye Li, kok melamun? Melamunin apa sih?'' tanya key oppa
Akupun tersadar dari lamunan
''Gak kok, aku gak lagi melamun oppa'', jawabku
''Jangan bohong. Kamu gak bisa bohong dari oppa karena setiap kamu bohong dan gugup tangan kamu gemetar. Lihat saja sekarang tangan kamu gemetaran. Itu tanda kamu lagi bohong dan gugup. Iya kan ngaku aja sama oppa'', kata oppa panjang lebar
''Iya deh sekarang aku ngaku. Aku tadi memang lagi melamun'', jawabku
''Melamunin siapa?'' tanya oppa
''Gak melamunin siapa-siapa kok oppa'', jawabku
''Kamu bohong. Itu tangan kamu gemetar lagi'', kata key oppa sambil memegang tanganku agar berhenti gemetar
Lalu key oppa melihat lukisan yang kubuat
''Sekarang oppa tahu siapa yang kamu lakukan'', kata oppa
''Maksud oppa?'' tanyaku keheranan
''Kamu melamunkan Jinki kan. Kamu suka sama Jinki?'' tanya oppa
''Ne'', jawabku
''Gak apa-apa kan oppa?'' tanyaku
''Gak apa-apa donk. Kalau kamu bahagia oppa juga akan bahagia'', jelas oppa
''Tapi oppa jangan bilang siapa-siap ya'', pintaku
''Janji kelingking ya oppa'', pintaku sambil mengacungkan kelingking
''Ya deh'', kata key oppa sambil mengaitkan kelingkingnya ke kelingkingku

Tunggu lanjutannya di chapter 2

Minggu, 24 Januari 2010

Miracle chapter 2

''Key aku mau keluar sebentar. Aku titip Hye Li'', kataku
Aku keluar dari rumah sakit dan menuju ke sebuah gereja kecil yang ada didekat rumah sakit. Sesampainya digereja aku langsung berdoa.
''Tuhan tolong sembuhkan Hye Li. Aku ingin melihat senyum manisnya lagi. Kalau Hye Li sadar aku janji akan menjaga Hye Li lebih baik lagi. Aku tidak akan mengulang kesalahanku lagi. Kejadian ini tak akan terulang lagi'', doaku
Selesai berdoa aku keluar menuju taman. Ditaman aku mengingat semua kejadian yang membuat Hye Li koma.

*Flashback 3 bulan lalu*
''Oppa ini hadiah buat oppa?'' kata Hye Li sambil menyerahkan kado warna biru padaku
''Aku kan gak ulang tahun Hye Li'', kataku
''Gak apa-apa koq oppa'', kata Hye Li
Aku pun membuka kado itu isinya sebuah mug berwarna coklat yang ada foto aku dan Hye Li dengan tulisan Hye Li Love Jinki Forever.
''Gamsahamnida Hye Li'', kataku
''Ne'', jawab Hye Li
''Oh ya mug pasangannya ada di aku jadi kita punya mug yang sama'', kata Hye Li sambil tersenyum.
''Hye Li kamu tunggu disini sebentar ya aku mau ambil mobil diparkiran dulu'', kataku
Aku menyeberang sambil tersenyum pada Hye Li. Tanpa kusadari ada sebuah mobil melaju dengan kencang ke arahku. Tiba-tiba Hye Li berlari kearahku
''Oppa awas'', kata Hye Li mendorongku ke tepi.
Karena Hye Li mendorongku maka Hye Li yang kena tabrak mobil. Aku menghampiri Hye Li yang berlumuran darah.

* dunia nyata *
Tiba-tiba handphoneku berbunyi ada telfon dari key
''Jinki'', kata key dari suaranya dia sangat senang
''Ada apa key?'' tanyaku
''Hye Li'', kata key
''Ada apa dengan Hye Li?'' tanyaku
''Hye Li sudah sadar. Sebaiknya kau cepat ke rumah sakit'', kata key
''Baiklah'', kataku
Aku sangat senang akhirnya Hye Li sadar. Terima kasih Tuhan karena Hye Li sudah sadar. Aku pun segera menuju ke rumah sakit. Sampai dirumah sakit kulihat key sedang menunggu di luar.
''Bagaimana Hye Li?'' tanyaku
''Dia sedang diperiksa dokter'', kata key
Lalu dokter keluar.
''Bagaimana keadaan Hye Li dok?'' tanyaku dan key bersamaan
''Saya tidak tahu apa yang terjadi tapi Hye Li memang sudah sadar. Selama saya menjadi dokter belum pernah saya bertemu pasien yang keinginan hidupnya sangat besar'', kata dokter
''Boleh kita menengok Hye Li dok?'' tanya key
''Jangan bersama-sama. Satu-satu saja'', kata dokter
Aku pun masuk duluan. Aku melihat Hye Li tersenyum. Senyum yang sudah kurindukan dan tidak pernah kulihat selama 3 bulan.
''Oppa'', kata Hye Li lemah
''Ne'', kataku
''Apa kabar?'' tanya Hye Li
''Baik koq. Seharusnya oppa yang tanya kabar kamu'', kataku
''Aku baik koq. Oppa aku sudah tidur berapa lama oppa?'' tanya Hye Li
''Kamu sudah tidur selama 3 bulan. Syukurlah akhirnya kamu sadar'', kataku
''Selama itukah?'' tanya Hye Li
''Ne'', jawabku
''Hye Li. Aku minta maaf karena aku kamu seperti ini'', kataku
''Gak apa-apa koq oppa. Aku senang oppa selamat. Aku gak akan tahan liat oppa terbaring dirumah sakit'', kata Hye Li
''Aku yang lebih gak tahan liat kamu seperti ini'', sambungku
''Sudahlah oppa'', kata Hye Li tersenyum

* 1 minggu kemudian *
''Bagaimana keadaanmu hari ini Hye Li?'' tanyaku
''Baik oppa'', jawab Hye Li
''Lebih baik dari kemarin?'' tanyaku lagi
''Of course oppa'', kata Hye Li
''Oppa aku mau ke gereja boleh gak?'' tanya Hye Li
''Ayo oppa antar ke gereja dekat rumah sakit'', kataku
Kamipun pergi kegereja, Hye Li memakai kursi roda
''Tuhan terima kasih telah membangunkan aku dari tidur sehingga bisa melihat Jinki oppa'', doa Hye Li
''Tuhan terima kasih telah membangunkan Hye Li dari koma. Sehingga aku bisa melihat senyum manisnya lagi. Aku janji mulai hari ini akan menjaga Hye Li dengan segenap jiwa dan ragaku'', doaku
Kami keluar dari gereja dan bercanda saling tertawa bersama-sama seperti dulu lagi.
''Akhirnya ada mukjizat yang kau tunjukkan pada kami Tuhan'', kata key sambil tersenyum melihat aku dan Hye Li.

Sabtu, 23 Januari 2010

Miracle chapter 1

Characters :
~ Lee Jinki (onew)
~ Kim Hye Li
~ Kim Kibum (key)

''Bangun Hye Li'', kata umma
''Sudah 3 bulan kau seperti ini. Tolong bangun demi umma'', kata umma lagi sambil menangis
''Umma sudah jangan menangis Hye Li tidak akan senang melihat umma seperti ini'', kata key
Tiba-tiba ada yang masuk ke ruangan itu
''Key, umma'', kata lelaki itu
''Jinki'', kata umma
''Umma dan key sebaiknya pulang saja dulu untuk istirahat biar aku yang jaga Hye Li'', kataku
''Ayo umma kita pulang dulu'', ajak key
''Ne'', kata umma
''Jinki titip Hye Li ya'', kata key
''Ne. Hati-hati dijalan ya'', jawabku
Mereka lalu pulang. Diruangan itu hanya tinggal aku dan seorang gadis yang sedang terbaring koma bernama Hye Li. Hye Li sudah koma selama 3 bulan. Hye Li koma karena kecelakaan. Hye Li adalah pacarku. Pacar yang sangat kusayangi dan kucintai.
''Hye Li bangun'', bisikku di telinga Hye Li
''Bangunlah Hye Li demi aku. Aku ingin melihat senyum manismu yang selalu kau berikan untukku'', kataku lagi
Tiba-tiba ada dokter masuk
''Permisi saya mau memeriksa pasien dulu'', kata dokter
''Silahkan dok'', kataku
''Bagaimana keadaan Hye Li dok? Apa ada perubahan?'' tanyaku
''Sama seperti kemaren belum ada perubahan'', kata dokter
''Masih ada harapan Hye Li untuk sadar kan dok?'' tanyaku lagi
''Harapan itu selalu ada. Untuk kasus ini harapan sadar sangat kecil hanya 10% karena waktu kecelakaan benturan di kepalanya sangat keras. Berdoalah supaya dia cepat sadar. Mintalah sebuah mukjizat pada Tuhan untuk menyembuhkan dan mengembalikan dia seperti dulu'', kata dokter
''Ne. Gamsahamnida dok'', ujarku
Dokter pun meninggalkan ruangan
''Hye Li maafkan aku. Karena aku kau jadi begini'', sesalku
''Kalau saja aku bisa mengulang waktu aku akan lebih berhati-hati agar kau tidak seperti sekarang'', kataku sedih
''Ayo Hye Li bangun demi aku. Aku tidak tahan melihat kau terbaring lemah seperti ini'', sambungku

*Flashback 8 bulan yang lalu*
''Hye Li nanti ada acara gak pulang kuliah?'' tanyaku
''Ani'', jawab Hye Li
''Mau makan siang bareng gak nanti soalnya aku mau ngomong sesuatu sama kamu'', kataku
''Ne'', jawab Hye Li
''Nanti kalo kamu sudah selesai kuis telfon aku ya nanti aku jemput'', kataku
''Ne oppa'', kata Hye Li

*saat pulang*
''Hallo oppa aku sudah selesai kelas nie. Oppa dimana?'' tanya Hye Li lewat telepon
''Aku ada diparkiran Hye Li. Langsung ke parkiran aja'', kataku
Aku melihat Hye Li menuju parkiran. Aku pun melambaikan tangan pada Hye Li dan membuka pintu mobil.
''Masuk Hye Li'', kataku
''Ne'', kata Hye Li
''Maaf lama oppa soalnya tadi kuisnya susah banget'', kata Hye Li
''Gak apa-apa koq Hye Li'', jawabku
''Oppa sekarang kita mau kemana?'' tanya Hye Li
''It is secret'', kataku
Kamipun keluar dari parkiran kampus dan menuju ke sebuah danau yang indah.
''It is beautiful'', kata Hye Li
''That's right'', jawabku
''Ayo duduk sini dulu'', ajakku
''Ne'', kata Hye Li
''Hye Li sebenernya aku sudah lama suka sama kamu'', kataku to the point
''I can't stop thinking about you. About your face, about your smile'', kataku lagi
''Will you be my girl Hye Li?'' tanyaku
''Ya oppa'', jawab Hye Li
''Aku janji akan selalu menjaga dan melindungi kamu'', kataku
''Promise'', kata Hye Li
''I promise'', kataku sambil memeluk Hye Li

* kembali ke dunia nyata*
''Hye Li maafkan aku karena aku kau jadi seperti ini. Tolong bangun aku janji akan menjagamu lebih baik dari dulu'', kataku
''Jangan suka menyalahkan diri sendiri'', kata key tiba-tiba
''Key'', kataku
''Menyalahkan diri sendiri tidak akan membuat Hye Li sadar. Sebaiknya kita berdoa supaya Hye Li sadar'', kata key
''Ne. Tadi dokyer bilang Hye Li kondisinya belum mengalami perubahan. Kemungkinan Hye Li sadar hanya 10%'', kataku
''Walaupun hanya 10% tapi Hye Li masih ada harapan untuk sadar. Sekarang kita berdoa agar ada mukjizat bagi Hye Li'', kata Key

Apakah Hye Li akan sadar. Tunggu kelanjutannya di chapter 2 ya.