Senin, 14 Juni 2010

Rainbow School of Wizard chapter 1

Disclaim : this is just my imagination…
Hope you like it…

Characters :
~ Kim Hye Li
~ Lee Jinki
~ Park Minchi
~ Kim Jonghyun
~ Park Ran Ran
~ Lee Taemin
~ Seo Eun Kyung
~ Choi Minho
~ Im Ryun Ae
~ Park Jung Min
~ Kim Kibum
~ Park Ya Lin
~ Kim Ji Hye
~ So Hyun Ah
~ Lee So Hyun
~ Song Hye Sang

Pagi ini Hye Li memasuki kawasa Rainbow School of Wizard untuk pertama kalinya setelah libur selama 1 bulan. Hye Li segera menuju ruang Wizard Penjaga dimana disana sudah ada teman-temannya yaitu Park Minchi, Park Ran Ran, Im Ryun Ae dan Seo Eun Kyung.
“Kita mengajari wizard yang baru masuk kan?” tanya Eun Kyung
“Ne. ayo sudah bel masuk”, kata Ryun Ae
Mereka menuju lapangan dimana para murid baru berbaris.
“Eh ada yang cakep”, bisik Minchi pada Hye Li
“Jonghyun mau dikemanain say”, kata Hye Li tersenyum
“Tolong diam sebentar”, kata Lee songsaenim selaku kepala sekolah.
Murid baru yang sibuk berceloteh mengagumi keadaan sekolah langsung diam.
“Selama kalian ditingkat 1 kalian akan diajari oleh mereka berlima. Dan ada 5 orang lagi tapi untuk hari pertama ini mereka belum bisa hadir karena ada urusan”, kata lee songsaenim
Para murid baru ttampak kagum.
“Mereka berlima adalah Wizard Penjaga yyang sudah berada di tingkat 6”, kata Asisten Cho
“1 wizard akan mengajar 25 siswa. Daftar nama sudah ditempel di papan pengumuman”, kata Lee Songsaenim segera mengakhiri pidatonya dan menuju ruangannya bersama Asisten Cho
“Jangan ada yang bergerak dari tempat”, kata Eun Kyung
Para Wizard Penjaga mengambil tongkat dari balik jubah dan mengayunkannya.
“Escaple for exinze”, kata mereka berlima dan muncul 5 lembar perkamen.
“Baiklah perkenalkan nama saya Kim Hye Li. Yang diujung namanya Im Ryun Ae disampingnya Park Minchi lalu Seo Eun Kyung dan ini Park Ran Ran”, kata Hye Li memperkenalkan diri dan teman-temannya pada murid baru
“Apa yyang pertama kali kitta pelajari?” tanyya seorang siswi
‘Kalian haarus mengetahui peraturan dasar seorang wizard”, jawab Ran Ran

“Apa peraturannya?” tanya seorang siswa
“Peraturan dasar yang paling penting adalah kalian tidak boleh salah menyebutkan mantra karena salah sebut akan menghasilkan sesuatu yang lain”, jawab Ryyun Ae
Mereka mulai mengajar sampai sore.
“Baiklah sekian pelajaran hari ini?” kata Minchi
Para murid segera bubar.
“Sudah waktunya tarian awan”, kata Ran Ran
Para Wizard Penjaga segera menuju lapangan dan mengucap mantra untuk menghasilkan sayap lau terbang ke tengah-tengah awan.
‘Quinsha ez gweinz extrole vertistrum’
Mereka membaca mantra sambil mengayunkan tongkat dan dari tongkat keluar serbuk warna-warni.
“Hebat ya”, kata seorang siswi tinggkat 1
“Itu namanya Tarian Awan dan hanya Wizard Penjaga yang bisa melakukann tarian awann”, kata seorang siswi tingkat 2

**

Kelima Wizard Penjaga berjalan menuju para muridnya dan mulai mengajar.
“Expect felis”, kata Ryun Ae mengayunkan tongkat dan sebuah bunga ditanah melayang.
“Hebat”, kata parra muridnya
“Itu mantra pengangkat”, kaa Jung Min
Ryun Ae berbalik dan segera memeluk Jung Min
“Aku fikir baru nanti siang pulangnya”, kata Ryun Ae
Jung Min hanya tersenyum. Tatapan mata Ryun Ae bertemu pandang dengan seorang siswi dan melalui mata siswi itu Ryun Ae mendapat penglihatan tentang jai diri gadis itu. Ryun Ae segera berbisik pada Jung Min.
“Lihat gadis yang rambutnya dipilin”, bisik Ryun Ae
Jung Min segera mencari gadis yang rambutnyya dipilin hingga akhirnya dia menemukan gadis itu.
“Gadis itu berbahaya”, bisik Ryun Ae pada Jung Min
Jung Min tampak terkejut.

“Luizen gwein”, kata Hye Li sembari mengayunkan tongkat dan sebuah rumput terangkat dari atas meja lalu berubah menjadi mawar.
“Wow… hebat banget”, kata seorang murid
“Itu namanya mantra perubahan”, jelas Hye Li
“Luzen gwen”, kata seorang siswa tiba-tiba muncul ledakan dari ujung tongkat sihir siswa tersebut.
“Kyaaa…”, kata siswa itu terkeju
Hye Li tersenyum
“Apa yang terjadi?” tanya seorang siswa
“Kamu salah baca mantra”, kata Hye Li pada siswa itu
“Maksudnya?” tanya siswa lain
“kalau salah membaca mantra manfaat mantra tersebut bisa berubah dan yang paling parah akan terjadi ledakan diujung tongkat sihir”, jawab Hye Li
Tiba-tiba seseorang menutup mata Hye Li.
“Lepaskan”, kata Hye Li
“Tebak dulu”, kata seseorang
“Minchi”, kata Hye Li
“Bukan”, kata orang itu
“Jinki”, kata Hye Li
Orang itu segera membuka mata Hye Li. Hye Li serentak berbalik dan memeluk namja itu.
“Bogoshipta”, kata Jinki
“Katanya pulang siang”, kata Hye Li
“Lebih cepat selesai”, jawab Jinki
“Sudahlah sekarang sudah waktunya mengajar”, kata Hye Li
“Mianhe”, kata Jinki pada murid
“Gwenchana. Anda mentor yang satu lagi ya?” tanyya seorang siswi
Jinki mengangguk.
“Kenalkan saya Lee Jinki”, kata Jinki
“Salam kenal sunbae”, kata murid-murid
“Aku ke toilet dulu”, kata Hye Li
Jinki menggangguk. Jinki melanjutkan mengajar murid-murid itu. Tak lama Hye Li kembali dan dia melihat para murid tersenyum gembira tapi pandangan Hye Li mengarah ke mata seorang siswi.
“Matanya berwarna ungu dengan sentuhan biru pekat”, gumam Hye Li dalam hati
Hye Li mencoba melihat apa yang sedang difikirkannya dan yang difikirkan siswi itu adalah menghancurkan Rainbow school of Wizard. Hye Li melihat melalui mata siswi itu bahwa ada dendam membara dihati gadis itu. Dia berniat balas dendam atas suatu hal

“Ran Ran”, kata seorang namja
Ran Ran segera menoleh.
“Kyaa… Taeminie…. Aku tahunya kalian pulang siang”, tanya Ran Ran sembari memeluk Taemin
“Lebih cepat selesai. Yang lain juga sudah pulang”, kata taemin
Ran Ran melihat Jinki, Jung Min, Jonghyun dan Minho sudah kembali. Hye Li, Minchi, Ryun Ae dan Eun Kyung seperti sedang menatap seseorang.
“Hanya perasaanku saja”, kata Ran Ran akan melanjutkan mengajar tapi matanya menangkap aura hitam pekatt disekitar tubuh seorang siswi.
“Auranya sangat buruk hitam pekat dan ada keinginan balas dendam dalam diri siswi itu”, kata Ran Ran pelan
“Kau dapat penglihatan lagi?” tanya Taemin
“Sangat gelap. Auranya sangat gelap”, bisik Ran Ran
Taemin segera menoleh kea rah pandangan Ran rn tapi yang terlihat hanya seorang gadis manis yang sedang serius mencoba mantra.
“Itulah susahnya punya yeoja chingu yang punya kelebihan bisa melihat aura seseorang melalui mata”, kata Taemin

“Yeoriza ez furdeo”, kata Minchi mengayunkan tongkat dan sebuah pena terangkat ke atas lalu berputar di udara dengan kecepatan tetap tapi tiba-tiba pena tersebut berputar tak tentu arrah. Minchi heran dan dia tahu pasti bahwa ada yang sedang mengganggunya.
“Extensio”, kata Minchi berbalik dan melancarkan mantra ikat tubuh agar orang tersebut tidak bisa bergerak
“Ampun. Lepaskan aku jagiya”, kata Jonghyun pada Minchi
“Fluezten”, kata Minchi lalu segera menghampiri Jonghyun
“hampir aja badan aku kaku semua karena mantra ikat tubuhnya”, kata Jonghyun
“Mianhe jagiya aku tidak tahu. Lagipula siapa yang menyuruhmu mengganggu aku yang sedang mengajar”, kata Minchi
“Ya sudah ayo mengajar lagi”, kata Jonghyun
Jonghyun segera menarik Minchi kembali.
“Perkenalkan saya kim Jonghyun. Saya mentor kalian yang kedua”, kata Jonghyun
“Kehancuran. Kegelapan. Amarah. Dendam”, kata Minchi
“Mwo?” tanya Jonghyun
“Eh barusan aku bilang apa?” tanya Minchi
“Sudahlah lupakan”, kata Jonghyun segera mengalihkan perhatian dan kembali mengajar.

“Penampilan kalian keren”, kata salah satu siswi pada Eun Kyung
“Biasa aja deh perasaan kami pake jubah sama seperti kalian”, jawab Eun Kyung
“Jubah kalian ada lambangnya dan rambut kalian seperti diwarnai”, jawab siswi lain
“Itu karena mereka Wizard Penjaga”, jawab seseorang
Eun Kyung segera menoleh dan dapat melihat Minho berdiri dihadapannya.
“Eun Kyung”, kata Minho segera memeluk Eun Kyung
“Setau kami kalian pulang siang”, kata Eun Kyung
“Selesai lebih cepat”, jawab Minho
“Bogoshipta Eun Kyung”, bisik Minho
Eun Kyung segera tersipu-sipu.
“Sunbae, kenapa Wizard Penjaga penampilannya seperti itu?” tanya siswi itu
“Memang seperti itu penampilan para Wizard Penjaga setiap tahun”, kata Minho
“Itu merupakan ciri khas Wizard Penjaga”, kata Eun Kyung
“Oh”, kata siswi itu
“Sekarang siapkan tongkat kalian karena akan latihan lagi”, kata Minho
Para siswa segera menyiapkan tongkat.
“Cara memegang tongkatnya aneh. Itu cara memegang tongkat untuk membunuh”, gumam Eun Kyung dalam hati
Eun Kyung lalu mengamati siswi itu. Melalui mata gadis itu Eun Kyung dapat melihat isi hati gadis itu.
“Aku akan menghancurkan Rainbow School of Wizard ini”, kata gadis itu dalam hati
Eun Kyung tersentak kaget.
“Eun Kyung cepat”, kata Minho memanggil Eun Kyung
Eun Kyung segera membantu Minho. Tak terasa hari sudah sore dan sudah waktunya kelas selesai. Para murid sudah akan pulang ketika Lee Songsaenim datang dan memberi pengumuman.
“Perhatian sebentar”, kata Lee songsaenim
Para murid segera berbaris dan mendengarkan pengumuman.
“Lusa akan diadakan festival sihir di sekolah ini”, kata Lee songsaenim
Para murid bersorak gembira.
“Wizard Penjaga”, panggil Asisten Cho
Para Wizard Penjaga segera maju.
“Ini”, kata Asisten Cho menyerahkan perkamen pada mereka berlima
Mereka membuka perkamen dan itu adalah surat perintah untuk membuat dekorasi.
“Saya serahkan masalah dekorasi pada kalian dan kalian boleh meminta bantuan seperti biasa”, kata Lee songsaenim
Para Wizard Penjaga menggangguk tanda mereka mengerti.
“Karena besok Wizard Penjaga akan sibuk maka para siswa dan siswi tingkat 1 diliburkan”, kata Lee songsaenim
Para siswa dan siswi tingkat 1 segera berteriak gembira.
“Baiklah kalian boleh pulang. Sampai jumpa besok pagi anak-anakku sayang”, kata Lee Songsaenim
“Sampai jumpa songsaenim”, kata para murid sebelum Lee songsaenim menghilang

**

Keesokan harinya…
Para Wizard Penjaga beserta Jinki, Jonghyun, Taemin dan Jung Min sibuk dengan dekorasi aula sekolah untuk festival keesokan harinya. Tidak henti-hentinya ujung tongkat mereka bercahaya karena mantra. Mereka beterbangan kesana kemari untuk menghias langit-langit aula. Tanpa menyadari waktu mereka mendekorasi hingga sore hari.
“Akhirnya selesai juga”, kata Eun Kyung begitu mereka selesai mendekorasi
“Badanku pegal-pegal”, kata Ran Ran
“Ayo sudah waktunya Tarian Awan”, kata Ryun Ae
Mereka berlima keluar diikuti Jinki, Jonghyun, taeemin dan Jung Min.
‘Quinsha ez gweinz extrole vertistrum’
Mereka mengayunkan tongkat dan keluar serbuk warna-warni yang membuat langit sore bercahaya dengan awan warna-warni.
“Ada sedikit awan hitam”, kata Minchi
“Kegelapan”, kata ran Ran
“Ayo keruang Wizard”, ajak eun Kyung
Mereka semua segera menuju ruang Wizard.
“Kemaren aku melihat ada seorang siswi yang ingin menghancurkan sekolah ini dan dia ingin balas dendam. Matanya penuh dendam”, kata Hye Li
“Kapan? Perasaan kemaren kamu biasa aja”, tanya Jinki
“Sesudah dari toilet aku tidak sengaja melihat matanya dan kalian tahu matanya berwarna ungu dengan biru pekat”, kata Hye Li
“Aku kemaren melihat jati diri seorang siswi yang didalamnya ada rasa dendam”, kata Ryun Ae
“Aku kemaren melihat masa depan yang agak gelap”, kata Minchi
“Aku kemaren membaca isi hati seorang siswi. Dia memikirkan cara untuk menghancurkan sekolah ini dan cara dia memegang tongkat adalah cara untuk membunuh”, sambung Eun Kyung
“Gimana rasanya bisa melihat seperti itu?” tanya Jonghyun
“menyenangkan tapi bisa bikin takut”, jawab Minchi
“Pantas kemaren aku melihat kalian serius banget dan kemaren ada aura gelap disekitar seorang gadis”, kata Ran Ran
“Itu pasti pertanda akan terjadi sesuatu”, kata Minho
“Jangan sampai”, kata Eun Kyung
“Semoga tidak akan terjadi apa-apa”, kata Jung Min

Apa yang akan terjadi selanjutnya???
tunggu di Rainbow School of Wizard chapter 2...

Please leave your comment if you like my story...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar