Saat ini kita seperti sedang berjalan dipantai kehidupan. Kita saling mencari dan akhirnya saling menemukan. Orang bilang sahabat adalah saudara yang Tuhan lupa beri untuk kita. Sahabat adalah anugerah terindah yang Tuhan beri untuk kita. Sahabat adalah bintang paling terang yang Tuhan tunjuk untuk menuntun jalan kehidupan kita. Sahabat juga dikirim Tuhan untuk menutupi semua kekurangan yang ada pada diri kita. Sahabat adalah alunan nada terindah yang Tuhan beri untuk melengkapi symphoni kehidupan ini. Kita bersama-sama menertawakan kesedihan dan menangisi kebahagiaan yang terjadi dalam roda kehidupan ini. Gelak tawa sahabat mampu membuat kita ceria. Bagiku tak ada yang semerdu persahabatan karena persahabatan itu kekal dan abadi. Dengan adanya sahabat kita dapat menapaki hidup kuat-kuat, bertahan dan berjuang dalam kehidupan. Angin pantai yang panas menerpa wajah dan butiran pasir yang menyakiti mata tidak akan pernah kita rasakan dengan adanya sahabat karena sesungguhnya kita tidak pernah sendirian. Tak ada yang mustahil kita hadapi selama sahabat selalu bersama. Karena apapun kebahagiaan yang hilang. Kebahagiaanmu ataukah kebahagiaanku selalu dapat kita temukan dalam lautan tulus persahabatan. Aku mencintai kalian semua sahabat-sahabatku. Tetaplah menjadi sahabatku untuk selama-lamanya karena dari kalian telah kutemukan arti sahabat sesungguhnya.
Today we are like walking the beach life. We find each other and finally find each other. People say friends are the brothers or sisters that God forgot give to us. Friends are the most beautiful gift that God gave to us. Friends is the brightest star that God appointed to lead the way our lives. Friends are also sent by God to cover all the existing shortcomings in ourselves. Friends are the strains most beautiful tone that God gave to complement symphoni of life. We laughed together and cried for happiness sadness that occurred in the wheel of life. Laughter can make us cheerful. To me there's nothing like friendship because friendship is eternal and immortal. With the friends we can tread life hard, endure and struggle in life. The wind blew hot beach sand face and that hurt our eyes will never feel the presence of friends because we never really alone. Nothing is impossible we face during the companions were always together. Because any lost happiness. Happiness or happiness always to be found in the sea of sincere friendship. I love you all my friends. Stay tuned to my best friend forever because of you I have found the meaning of true friends.
Selasa, 19 Oktober 2010
Senin, 14 Juni 2010
Rainbow School of Wizard chapter 1
Disclaim : this is just my imagination…
Hope you like it…
Characters :
~ Kim Hye Li
~ Lee Jinki
~ Park Minchi
~ Kim Jonghyun
~ Park Ran Ran
~ Lee Taemin
~ Seo Eun Kyung
~ Choi Minho
~ Im Ryun Ae
~ Park Jung Min
~ Kim Kibum
~ Park Ya Lin
~ Kim Ji Hye
~ So Hyun Ah
~ Lee So Hyun
~ Song Hye Sang
Pagi ini Hye Li memasuki kawasa Rainbow School of Wizard untuk pertama kalinya setelah libur selama 1 bulan. Hye Li segera menuju ruang Wizard Penjaga dimana disana sudah ada teman-temannya yaitu Park Minchi, Park Ran Ran, Im Ryun Ae dan Seo Eun Kyung.
“Kita mengajari wizard yang baru masuk kan?” tanya Eun Kyung
“Ne. ayo sudah bel masuk”, kata Ryun Ae
Mereka menuju lapangan dimana para murid baru berbaris.
“Eh ada yang cakep”, bisik Minchi pada Hye Li
“Jonghyun mau dikemanain say”, kata Hye Li tersenyum
“Tolong diam sebentar”, kata Lee songsaenim selaku kepala sekolah.
Murid baru yang sibuk berceloteh mengagumi keadaan sekolah langsung diam.
“Selama kalian ditingkat 1 kalian akan diajari oleh mereka berlima. Dan ada 5 orang lagi tapi untuk hari pertama ini mereka belum bisa hadir karena ada urusan”, kata lee songsaenim
Para murid baru ttampak kagum.
“Mereka berlima adalah Wizard Penjaga yyang sudah berada di tingkat 6”, kata Asisten Cho
“1 wizard akan mengajar 25 siswa. Daftar nama sudah ditempel di papan pengumuman”, kata Lee Songsaenim segera mengakhiri pidatonya dan menuju ruangannya bersama Asisten Cho
“Jangan ada yang bergerak dari tempat”, kata Eun Kyung
Para Wizard Penjaga mengambil tongkat dari balik jubah dan mengayunkannya.
“Escaple for exinze”, kata mereka berlima dan muncul 5 lembar perkamen.
“Baiklah perkenalkan nama saya Kim Hye Li. Yang diujung namanya Im Ryun Ae disampingnya Park Minchi lalu Seo Eun Kyung dan ini Park Ran Ran”, kata Hye Li memperkenalkan diri dan teman-temannya pada murid baru
“Apa yyang pertama kali kitta pelajari?” tanyya seorang siswi
‘Kalian haarus mengetahui peraturan dasar seorang wizard”, jawab Ran Ran
“Apa peraturannya?” tanya seorang siswa
“Peraturan dasar yang paling penting adalah kalian tidak boleh salah menyebutkan mantra karena salah sebut akan menghasilkan sesuatu yang lain”, jawab Ryyun Ae
Mereka mulai mengajar sampai sore.
“Baiklah sekian pelajaran hari ini?” kata Minchi
Para murid segera bubar.
“Sudah waktunya tarian awan”, kata Ran Ran
Para Wizard Penjaga segera menuju lapangan dan mengucap mantra untuk menghasilkan sayap lau terbang ke tengah-tengah awan.
‘Quinsha ez gweinz extrole vertistrum’
Mereka membaca mantra sambil mengayunkan tongkat dan dari tongkat keluar serbuk warna-warni.
“Hebat ya”, kata seorang siswi tinggkat 1
“Itu namanya Tarian Awan dan hanya Wizard Penjaga yang bisa melakukann tarian awann”, kata seorang siswi tingkat 2
**
Kelima Wizard Penjaga berjalan menuju para muridnya dan mulai mengajar.
“Expect felis”, kata Ryun Ae mengayunkan tongkat dan sebuah bunga ditanah melayang.
“Hebat”, kata parra muridnya
“Itu mantra pengangkat”, kaa Jung Min
Ryun Ae berbalik dan segera memeluk Jung Min
“Aku fikir baru nanti siang pulangnya”, kata Ryun Ae
Jung Min hanya tersenyum. Tatapan mata Ryun Ae bertemu pandang dengan seorang siswi dan melalui mata siswi itu Ryun Ae mendapat penglihatan tentang jai diri gadis itu. Ryun Ae segera berbisik pada Jung Min.
“Lihat gadis yang rambutnya dipilin”, bisik Ryun Ae
Jung Min segera mencari gadis yang rambutnyya dipilin hingga akhirnya dia menemukan gadis itu.
“Gadis itu berbahaya”, bisik Ryun Ae pada Jung Min
Jung Min tampak terkejut.
“Luizen gwein”, kata Hye Li sembari mengayunkan tongkat dan sebuah rumput terangkat dari atas meja lalu berubah menjadi mawar.
“Wow… hebat banget”, kata seorang murid
“Itu namanya mantra perubahan”, jelas Hye Li
“Luzen gwen”, kata seorang siswa tiba-tiba muncul ledakan dari ujung tongkat sihir siswa tersebut.
“Kyaaa…”, kata siswa itu terkeju
Hye Li tersenyum
“Apa yang terjadi?” tanya seorang siswa
“Kamu salah baca mantra”, kata Hye Li pada siswa itu
“Maksudnya?” tanya siswa lain
“kalau salah membaca mantra manfaat mantra tersebut bisa berubah dan yang paling parah akan terjadi ledakan diujung tongkat sihir”, jawab Hye Li
Tiba-tiba seseorang menutup mata Hye Li.
“Lepaskan”, kata Hye Li
“Tebak dulu”, kata seseorang
“Minchi”, kata Hye Li
“Bukan”, kata orang itu
“Jinki”, kata Hye Li
Orang itu segera membuka mata Hye Li. Hye Li serentak berbalik dan memeluk namja itu.
“Bogoshipta”, kata Jinki
“Katanya pulang siang”, kata Hye Li
“Lebih cepat selesai”, jawab Jinki
“Sudahlah sekarang sudah waktunya mengajar”, kata Hye Li
“Mianhe”, kata Jinki pada murid
“Gwenchana. Anda mentor yang satu lagi ya?” tanyya seorang siswi
Jinki mengangguk.
“Kenalkan saya Lee Jinki”, kata Jinki
“Salam kenal sunbae”, kata murid-murid
“Aku ke toilet dulu”, kata Hye Li
Jinki menggangguk. Jinki melanjutkan mengajar murid-murid itu. Tak lama Hye Li kembali dan dia melihat para murid tersenyum gembira tapi pandangan Hye Li mengarah ke mata seorang siswi.
“Matanya berwarna ungu dengan sentuhan biru pekat”, gumam Hye Li dalam hati
Hye Li mencoba melihat apa yang sedang difikirkannya dan yang difikirkan siswi itu adalah menghancurkan Rainbow school of Wizard. Hye Li melihat melalui mata siswi itu bahwa ada dendam membara dihati gadis itu. Dia berniat balas dendam atas suatu hal
“Ran Ran”, kata seorang namja
Ran Ran segera menoleh.
“Kyaa… Taeminie…. Aku tahunya kalian pulang siang”, tanya Ran Ran sembari memeluk Taemin
“Lebih cepat selesai. Yang lain juga sudah pulang”, kata taemin
Ran Ran melihat Jinki, Jung Min, Jonghyun dan Minho sudah kembali. Hye Li, Minchi, Ryun Ae dan Eun Kyung seperti sedang menatap seseorang.
“Hanya perasaanku saja”, kata Ran Ran akan melanjutkan mengajar tapi matanya menangkap aura hitam pekatt disekitar tubuh seorang siswi.
“Auranya sangat buruk hitam pekat dan ada keinginan balas dendam dalam diri siswi itu”, kata Ran Ran pelan
“Kau dapat penglihatan lagi?” tanya Taemin
“Sangat gelap. Auranya sangat gelap”, bisik Ran Ran
Taemin segera menoleh kea rah pandangan Ran rn tapi yang terlihat hanya seorang gadis manis yang sedang serius mencoba mantra.
“Itulah susahnya punya yeoja chingu yang punya kelebihan bisa melihat aura seseorang melalui mata”, kata Taemin
“Yeoriza ez furdeo”, kata Minchi mengayunkan tongkat dan sebuah pena terangkat ke atas lalu berputar di udara dengan kecepatan tetap tapi tiba-tiba pena tersebut berputar tak tentu arrah. Minchi heran dan dia tahu pasti bahwa ada yang sedang mengganggunya.
“Extensio”, kata Minchi berbalik dan melancarkan mantra ikat tubuh agar orang tersebut tidak bisa bergerak
“Ampun. Lepaskan aku jagiya”, kata Jonghyun pada Minchi
“Fluezten”, kata Minchi lalu segera menghampiri Jonghyun
“hampir aja badan aku kaku semua karena mantra ikat tubuhnya”, kata Jonghyun
“Mianhe jagiya aku tidak tahu. Lagipula siapa yang menyuruhmu mengganggu aku yang sedang mengajar”, kata Minchi
“Ya sudah ayo mengajar lagi”, kata Jonghyun
Jonghyun segera menarik Minchi kembali.
“Perkenalkan saya kim Jonghyun. Saya mentor kalian yang kedua”, kata Jonghyun
“Kehancuran. Kegelapan. Amarah. Dendam”, kata Minchi
“Mwo?” tanya Jonghyun
“Eh barusan aku bilang apa?” tanya Minchi
“Sudahlah lupakan”, kata Jonghyun segera mengalihkan perhatian dan kembali mengajar.
“Penampilan kalian keren”, kata salah satu siswi pada Eun Kyung
“Biasa aja deh perasaan kami pake jubah sama seperti kalian”, jawab Eun Kyung
“Jubah kalian ada lambangnya dan rambut kalian seperti diwarnai”, jawab siswi lain
“Itu karena mereka Wizard Penjaga”, jawab seseorang
Eun Kyung segera menoleh dan dapat melihat Minho berdiri dihadapannya.
“Eun Kyung”, kata Minho segera memeluk Eun Kyung
“Setau kami kalian pulang siang”, kata Eun Kyung
“Selesai lebih cepat”, jawab Minho
“Bogoshipta Eun Kyung”, bisik Minho
Eun Kyung segera tersipu-sipu.
“Sunbae, kenapa Wizard Penjaga penampilannya seperti itu?” tanya siswi itu
“Memang seperti itu penampilan para Wizard Penjaga setiap tahun”, kata Minho
“Itu merupakan ciri khas Wizard Penjaga”, kata Eun Kyung
“Oh”, kata siswi itu
“Sekarang siapkan tongkat kalian karena akan latihan lagi”, kata Minho
Para siswa segera menyiapkan tongkat.
“Cara memegang tongkatnya aneh. Itu cara memegang tongkat untuk membunuh”, gumam Eun Kyung dalam hati
Eun Kyung lalu mengamati siswi itu. Melalui mata gadis itu Eun Kyung dapat melihat isi hati gadis itu.
“Aku akan menghancurkan Rainbow School of Wizard ini”, kata gadis itu dalam hati
Eun Kyung tersentak kaget.
“Eun Kyung cepat”, kata Minho memanggil Eun Kyung
Eun Kyung segera membantu Minho. Tak terasa hari sudah sore dan sudah waktunya kelas selesai. Para murid sudah akan pulang ketika Lee Songsaenim datang dan memberi pengumuman.
“Perhatian sebentar”, kata Lee songsaenim
Para murid segera berbaris dan mendengarkan pengumuman.
“Lusa akan diadakan festival sihir di sekolah ini”, kata Lee songsaenim
Para murid bersorak gembira.
“Wizard Penjaga”, panggil Asisten Cho
Para Wizard Penjaga segera maju.
“Ini”, kata Asisten Cho menyerahkan perkamen pada mereka berlima
Mereka membuka perkamen dan itu adalah surat perintah untuk membuat dekorasi.
“Saya serahkan masalah dekorasi pada kalian dan kalian boleh meminta bantuan seperti biasa”, kata Lee songsaenim
Para Wizard Penjaga menggangguk tanda mereka mengerti.
“Karena besok Wizard Penjaga akan sibuk maka para siswa dan siswi tingkat 1 diliburkan”, kata Lee songsaenim
Para siswa dan siswi tingkat 1 segera berteriak gembira.
“Baiklah kalian boleh pulang. Sampai jumpa besok pagi anak-anakku sayang”, kata Lee Songsaenim
“Sampai jumpa songsaenim”, kata para murid sebelum Lee songsaenim menghilang
**
Keesokan harinya…
Para Wizard Penjaga beserta Jinki, Jonghyun, Taemin dan Jung Min sibuk dengan dekorasi aula sekolah untuk festival keesokan harinya. Tidak henti-hentinya ujung tongkat mereka bercahaya karena mantra. Mereka beterbangan kesana kemari untuk menghias langit-langit aula. Tanpa menyadari waktu mereka mendekorasi hingga sore hari.
“Akhirnya selesai juga”, kata Eun Kyung begitu mereka selesai mendekorasi
“Badanku pegal-pegal”, kata Ran Ran
“Ayo sudah waktunya Tarian Awan”, kata Ryun Ae
Mereka berlima keluar diikuti Jinki, Jonghyun, taeemin dan Jung Min.
‘Quinsha ez gweinz extrole vertistrum’
Mereka mengayunkan tongkat dan keluar serbuk warna-warni yang membuat langit sore bercahaya dengan awan warna-warni.
“Ada sedikit awan hitam”, kata Minchi
“Kegelapan”, kata ran Ran
“Ayo keruang Wizard”, ajak eun Kyung
Mereka semua segera menuju ruang Wizard.
“Kemaren aku melihat ada seorang siswi yang ingin menghancurkan sekolah ini dan dia ingin balas dendam. Matanya penuh dendam”, kata Hye Li
“Kapan? Perasaan kemaren kamu biasa aja”, tanya Jinki
“Sesudah dari toilet aku tidak sengaja melihat matanya dan kalian tahu matanya berwarna ungu dengan biru pekat”, kata Hye Li
“Aku kemaren melihat jati diri seorang siswi yang didalamnya ada rasa dendam”, kata Ryun Ae
“Aku kemaren melihat masa depan yang agak gelap”, kata Minchi
“Aku kemaren membaca isi hati seorang siswi. Dia memikirkan cara untuk menghancurkan sekolah ini dan cara dia memegang tongkat adalah cara untuk membunuh”, sambung Eun Kyung
“Gimana rasanya bisa melihat seperti itu?” tanya Jonghyun
“menyenangkan tapi bisa bikin takut”, jawab Minchi
“Pantas kemaren aku melihat kalian serius banget dan kemaren ada aura gelap disekitar seorang gadis”, kata Ran Ran
“Itu pasti pertanda akan terjadi sesuatu”, kata Minho
“Jangan sampai”, kata Eun Kyung
“Semoga tidak akan terjadi apa-apa”, kata Jung Min
Apa yang akan terjadi selanjutnya???
tunggu di Rainbow School of Wizard chapter 2...
Please leave your comment if you like my story...
Hope you like it…
Characters :
~ Kim Hye Li
~ Lee Jinki
~ Park Minchi
~ Kim Jonghyun
~ Park Ran Ran
~ Lee Taemin
~ Seo Eun Kyung
~ Choi Minho
~ Im Ryun Ae
~ Park Jung Min
~ Kim Kibum
~ Park Ya Lin
~ Kim Ji Hye
~ So Hyun Ah
~ Lee So Hyun
~ Song Hye Sang
Pagi ini Hye Li memasuki kawasa Rainbow School of Wizard untuk pertama kalinya setelah libur selama 1 bulan. Hye Li segera menuju ruang Wizard Penjaga dimana disana sudah ada teman-temannya yaitu Park Minchi, Park Ran Ran, Im Ryun Ae dan Seo Eun Kyung.
“Kita mengajari wizard yang baru masuk kan?” tanya Eun Kyung
“Ne. ayo sudah bel masuk”, kata Ryun Ae
Mereka menuju lapangan dimana para murid baru berbaris.
“Eh ada yang cakep”, bisik Minchi pada Hye Li
“Jonghyun mau dikemanain say”, kata Hye Li tersenyum
“Tolong diam sebentar”, kata Lee songsaenim selaku kepala sekolah.
Murid baru yang sibuk berceloteh mengagumi keadaan sekolah langsung diam.
“Selama kalian ditingkat 1 kalian akan diajari oleh mereka berlima. Dan ada 5 orang lagi tapi untuk hari pertama ini mereka belum bisa hadir karena ada urusan”, kata lee songsaenim
Para murid baru ttampak kagum.
“Mereka berlima adalah Wizard Penjaga yyang sudah berada di tingkat 6”, kata Asisten Cho
“1 wizard akan mengajar 25 siswa. Daftar nama sudah ditempel di papan pengumuman”, kata Lee Songsaenim segera mengakhiri pidatonya dan menuju ruangannya bersama Asisten Cho
“Jangan ada yang bergerak dari tempat”, kata Eun Kyung
Para Wizard Penjaga mengambil tongkat dari balik jubah dan mengayunkannya.
“Escaple for exinze”, kata mereka berlima dan muncul 5 lembar perkamen.
“Baiklah perkenalkan nama saya Kim Hye Li. Yang diujung namanya Im Ryun Ae disampingnya Park Minchi lalu Seo Eun Kyung dan ini Park Ran Ran”, kata Hye Li memperkenalkan diri dan teman-temannya pada murid baru
“Apa yyang pertama kali kitta pelajari?” tanyya seorang siswi
‘Kalian haarus mengetahui peraturan dasar seorang wizard”, jawab Ran Ran
“Apa peraturannya?” tanya seorang siswa
“Peraturan dasar yang paling penting adalah kalian tidak boleh salah menyebutkan mantra karena salah sebut akan menghasilkan sesuatu yang lain”, jawab Ryyun Ae
Mereka mulai mengajar sampai sore.
“Baiklah sekian pelajaran hari ini?” kata Minchi
Para murid segera bubar.
“Sudah waktunya tarian awan”, kata Ran Ran
Para Wizard Penjaga segera menuju lapangan dan mengucap mantra untuk menghasilkan sayap lau terbang ke tengah-tengah awan.
‘Quinsha ez gweinz extrole vertistrum’
Mereka membaca mantra sambil mengayunkan tongkat dan dari tongkat keluar serbuk warna-warni.
“Hebat ya”, kata seorang siswi tinggkat 1
“Itu namanya Tarian Awan dan hanya Wizard Penjaga yang bisa melakukann tarian awann”, kata seorang siswi tingkat 2
**
Kelima Wizard Penjaga berjalan menuju para muridnya dan mulai mengajar.
“Expect felis”, kata Ryun Ae mengayunkan tongkat dan sebuah bunga ditanah melayang.
“Hebat”, kata parra muridnya
“Itu mantra pengangkat”, kaa Jung Min
Ryun Ae berbalik dan segera memeluk Jung Min
“Aku fikir baru nanti siang pulangnya”, kata Ryun Ae
Jung Min hanya tersenyum. Tatapan mata Ryun Ae bertemu pandang dengan seorang siswi dan melalui mata siswi itu Ryun Ae mendapat penglihatan tentang jai diri gadis itu. Ryun Ae segera berbisik pada Jung Min.
“Lihat gadis yang rambutnya dipilin”, bisik Ryun Ae
Jung Min segera mencari gadis yang rambutnyya dipilin hingga akhirnya dia menemukan gadis itu.
“Gadis itu berbahaya”, bisik Ryun Ae pada Jung Min
Jung Min tampak terkejut.
“Luizen gwein”, kata Hye Li sembari mengayunkan tongkat dan sebuah rumput terangkat dari atas meja lalu berubah menjadi mawar.
“Wow… hebat banget”, kata seorang murid
“Itu namanya mantra perubahan”, jelas Hye Li
“Luzen gwen”, kata seorang siswa tiba-tiba muncul ledakan dari ujung tongkat sihir siswa tersebut.
“Kyaaa…”, kata siswa itu terkeju
Hye Li tersenyum
“Apa yang terjadi?” tanya seorang siswa
“Kamu salah baca mantra”, kata Hye Li pada siswa itu
“Maksudnya?” tanya siswa lain
“kalau salah membaca mantra manfaat mantra tersebut bisa berubah dan yang paling parah akan terjadi ledakan diujung tongkat sihir”, jawab Hye Li
Tiba-tiba seseorang menutup mata Hye Li.
“Lepaskan”, kata Hye Li
“Tebak dulu”, kata seseorang
“Minchi”, kata Hye Li
“Bukan”, kata orang itu
“Jinki”, kata Hye Li
Orang itu segera membuka mata Hye Li. Hye Li serentak berbalik dan memeluk namja itu.
“Bogoshipta”, kata Jinki
“Katanya pulang siang”, kata Hye Li
“Lebih cepat selesai”, jawab Jinki
“Sudahlah sekarang sudah waktunya mengajar”, kata Hye Li
“Mianhe”, kata Jinki pada murid
“Gwenchana. Anda mentor yang satu lagi ya?” tanyya seorang siswi
Jinki mengangguk.
“Kenalkan saya Lee Jinki”, kata Jinki
“Salam kenal sunbae”, kata murid-murid
“Aku ke toilet dulu”, kata Hye Li
Jinki menggangguk. Jinki melanjutkan mengajar murid-murid itu. Tak lama Hye Li kembali dan dia melihat para murid tersenyum gembira tapi pandangan Hye Li mengarah ke mata seorang siswi.
“Matanya berwarna ungu dengan sentuhan biru pekat”, gumam Hye Li dalam hati
Hye Li mencoba melihat apa yang sedang difikirkannya dan yang difikirkan siswi itu adalah menghancurkan Rainbow school of Wizard. Hye Li melihat melalui mata siswi itu bahwa ada dendam membara dihati gadis itu. Dia berniat balas dendam atas suatu hal
“Ran Ran”, kata seorang namja
Ran Ran segera menoleh.
“Kyaa… Taeminie…. Aku tahunya kalian pulang siang”, tanya Ran Ran sembari memeluk Taemin
“Lebih cepat selesai. Yang lain juga sudah pulang”, kata taemin
Ran Ran melihat Jinki, Jung Min, Jonghyun dan Minho sudah kembali. Hye Li, Minchi, Ryun Ae dan Eun Kyung seperti sedang menatap seseorang.
“Hanya perasaanku saja”, kata Ran Ran akan melanjutkan mengajar tapi matanya menangkap aura hitam pekatt disekitar tubuh seorang siswi.
“Auranya sangat buruk hitam pekat dan ada keinginan balas dendam dalam diri siswi itu”, kata Ran Ran pelan
“Kau dapat penglihatan lagi?” tanya Taemin
“Sangat gelap. Auranya sangat gelap”, bisik Ran Ran
Taemin segera menoleh kea rah pandangan Ran rn tapi yang terlihat hanya seorang gadis manis yang sedang serius mencoba mantra.
“Itulah susahnya punya yeoja chingu yang punya kelebihan bisa melihat aura seseorang melalui mata”, kata Taemin
“Yeoriza ez furdeo”, kata Minchi mengayunkan tongkat dan sebuah pena terangkat ke atas lalu berputar di udara dengan kecepatan tetap tapi tiba-tiba pena tersebut berputar tak tentu arrah. Minchi heran dan dia tahu pasti bahwa ada yang sedang mengganggunya.
“Extensio”, kata Minchi berbalik dan melancarkan mantra ikat tubuh agar orang tersebut tidak bisa bergerak
“Ampun. Lepaskan aku jagiya”, kata Jonghyun pada Minchi
“Fluezten”, kata Minchi lalu segera menghampiri Jonghyun
“hampir aja badan aku kaku semua karena mantra ikat tubuhnya”, kata Jonghyun
“Mianhe jagiya aku tidak tahu. Lagipula siapa yang menyuruhmu mengganggu aku yang sedang mengajar”, kata Minchi
“Ya sudah ayo mengajar lagi”, kata Jonghyun
Jonghyun segera menarik Minchi kembali.
“Perkenalkan saya kim Jonghyun. Saya mentor kalian yang kedua”, kata Jonghyun
“Kehancuran. Kegelapan. Amarah. Dendam”, kata Minchi
“Mwo?” tanya Jonghyun
“Eh barusan aku bilang apa?” tanya Minchi
“Sudahlah lupakan”, kata Jonghyun segera mengalihkan perhatian dan kembali mengajar.
“Penampilan kalian keren”, kata salah satu siswi pada Eun Kyung
“Biasa aja deh perasaan kami pake jubah sama seperti kalian”, jawab Eun Kyung
“Jubah kalian ada lambangnya dan rambut kalian seperti diwarnai”, jawab siswi lain
“Itu karena mereka Wizard Penjaga”, jawab seseorang
Eun Kyung segera menoleh dan dapat melihat Minho berdiri dihadapannya.
“Eun Kyung”, kata Minho segera memeluk Eun Kyung
“Setau kami kalian pulang siang”, kata Eun Kyung
“Selesai lebih cepat”, jawab Minho
“Bogoshipta Eun Kyung”, bisik Minho
Eun Kyung segera tersipu-sipu.
“Sunbae, kenapa Wizard Penjaga penampilannya seperti itu?” tanya siswi itu
“Memang seperti itu penampilan para Wizard Penjaga setiap tahun”, kata Minho
“Itu merupakan ciri khas Wizard Penjaga”, kata Eun Kyung
“Oh”, kata siswi itu
“Sekarang siapkan tongkat kalian karena akan latihan lagi”, kata Minho
Para siswa segera menyiapkan tongkat.
“Cara memegang tongkatnya aneh. Itu cara memegang tongkat untuk membunuh”, gumam Eun Kyung dalam hati
Eun Kyung lalu mengamati siswi itu. Melalui mata gadis itu Eun Kyung dapat melihat isi hati gadis itu.
“Aku akan menghancurkan Rainbow School of Wizard ini”, kata gadis itu dalam hati
Eun Kyung tersentak kaget.
“Eun Kyung cepat”, kata Minho memanggil Eun Kyung
Eun Kyung segera membantu Minho. Tak terasa hari sudah sore dan sudah waktunya kelas selesai. Para murid sudah akan pulang ketika Lee Songsaenim datang dan memberi pengumuman.
“Perhatian sebentar”, kata Lee songsaenim
Para murid segera berbaris dan mendengarkan pengumuman.
“Lusa akan diadakan festival sihir di sekolah ini”, kata Lee songsaenim
Para murid bersorak gembira.
“Wizard Penjaga”, panggil Asisten Cho
Para Wizard Penjaga segera maju.
“Ini”, kata Asisten Cho menyerahkan perkamen pada mereka berlima
Mereka membuka perkamen dan itu adalah surat perintah untuk membuat dekorasi.
“Saya serahkan masalah dekorasi pada kalian dan kalian boleh meminta bantuan seperti biasa”, kata Lee songsaenim
Para Wizard Penjaga menggangguk tanda mereka mengerti.
“Karena besok Wizard Penjaga akan sibuk maka para siswa dan siswi tingkat 1 diliburkan”, kata Lee songsaenim
Para siswa dan siswi tingkat 1 segera berteriak gembira.
“Baiklah kalian boleh pulang. Sampai jumpa besok pagi anak-anakku sayang”, kata Lee Songsaenim
“Sampai jumpa songsaenim”, kata para murid sebelum Lee songsaenim menghilang
**
Keesokan harinya…
Para Wizard Penjaga beserta Jinki, Jonghyun, Taemin dan Jung Min sibuk dengan dekorasi aula sekolah untuk festival keesokan harinya. Tidak henti-hentinya ujung tongkat mereka bercahaya karena mantra. Mereka beterbangan kesana kemari untuk menghias langit-langit aula. Tanpa menyadari waktu mereka mendekorasi hingga sore hari.
“Akhirnya selesai juga”, kata Eun Kyung begitu mereka selesai mendekorasi
“Badanku pegal-pegal”, kata Ran Ran
“Ayo sudah waktunya Tarian Awan”, kata Ryun Ae
Mereka berlima keluar diikuti Jinki, Jonghyun, taeemin dan Jung Min.
‘Quinsha ez gweinz extrole vertistrum’
Mereka mengayunkan tongkat dan keluar serbuk warna-warni yang membuat langit sore bercahaya dengan awan warna-warni.
“Ada sedikit awan hitam”, kata Minchi
“Kegelapan”, kata ran Ran
“Ayo keruang Wizard”, ajak eun Kyung
Mereka semua segera menuju ruang Wizard.
“Kemaren aku melihat ada seorang siswi yang ingin menghancurkan sekolah ini dan dia ingin balas dendam. Matanya penuh dendam”, kata Hye Li
“Kapan? Perasaan kemaren kamu biasa aja”, tanya Jinki
“Sesudah dari toilet aku tidak sengaja melihat matanya dan kalian tahu matanya berwarna ungu dengan biru pekat”, kata Hye Li
“Aku kemaren melihat jati diri seorang siswi yang didalamnya ada rasa dendam”, kata Ryun Ae
“Aku kemaren melihat masa depan yang agak gelap”, kata Minchi
“Aku kemaren membaca isi hati seorang siswi. Dia memikirkan cara untuk menghancurkan sekolah ini dan cara dia memegang tongkat adalah cara untuk membunuh”, sambung Eun Kyung
“Gimana rasanya bisa melihat seperti itu?” tanya Jonghyun
“menyenangkan tapi bisa bikin takut”, jawab Minchi
“Pantas kemaren aku melihat kalian serius banget dan kemaren ada aura gelap disekitar seorang gadis”, kata Ran Ran
“Itu pasti pertanda akan terjadi sesuatu”, kata Minho
“Jangan sampai”, kata Eun Kyung
“Semoga tidak akan terjadi apa-apa”, kata Jung Min
Apa yang akan terjadi selanjutnya???
tunggu di Rainbow School of Wizard chapter 2...
Please leave your comment if you like my story...
Selasa, 23 Maret 2010
Note of Love chapter 1
Terinspirasi dari ff Midnight Note...
Enjoy...
Characters :
~ Kim Hye Li (author)
~ Lee Jinki (onew)
My beloved Jinki...
Jam pink di dinding kamarku mulai menunjukkan pukul dua belas malam. Tanganku gemetar saat menulis ini semua. Hari ini tanggal 7 Juli tepat 4 tahun kita pacaran sekaligus hari ulang tahunku. Kau bilang kita harus selalu melihat kebelakang akan kekurangan dan kelebihan.
My dearest Jinki...
Aku selalu mengingat peristiwa 4 tahun silam saat kau bilang 'Saranghae Hye Li' tepat dihari ulang tahunku. Kita memang sudah dekat dari dulu karena orangtua kita bersahabat dan kita berteman. Aku tidak menyangka kalau status 'teman' bisa berubah jadi 'pacar'. Aku senang saat kau bilang 'Saranghae' dan aku tidak ragu-ragu menjawab 'Saranghae Jinki'.
Enjoy...
Characters :
~ Kim Hye Li (author)
~ Lee Jinki (onew)
My beloved Jinki...
Jam pink di dinding kamarku mulai menunjukkan pukul dua belas malam. Tanganku gemetar saat menulis ini semua. Hari ini tanggal 7 Juli tepat 4 tahun kita pacaran sekaligus hari ulang tahunku. Kau bilang kita harus selalu melihat kebelakang akan kekurangan dan kelebihan.
My dearest Jinki...
Aku selalu mengingat peristiwa 4 tahun silam saat kau bilang 'Saranghae Hye Li' tepat dihari ulang tahunku. Kita memang sudah dekat dari dulu karena orangtua kita bersahabat dan kita berteman. Aku tidak menyangka kalau status 'teman' bisa berubah jadi 'pacar'. Aku senang saat kau bilang 'Saranghae' dan aku tidak ragu-ragu menjawab 'Saranghae Jinki'.
Minggu, 28 Februari 2010
DESTINY Chapter 1
Characters :
~ Angela Valentina Winslow / Kim Hye Li
~ Edward George Winslow / Lee Jinki
~ Anazora Christine Winslow / Park Ran-Ran
~ Half / Kim Kibum (key)
~ Alf / Lee Taemin (taemin)
~ Isabella Aldora / Park Minchi
~ Madame Lucy / Kim Huan Lie
Terinspirasi dari ff The Secret yang ditulis oleh Seena Kwon
**
Bumi terdiri dari 3 dunia. Eclipse, Sinclair dan Shilla. Ketiga dunia tersebut sama-sama dihuni oleh manusia tapi ada beberapa perbedaan. Eclipse dipimpin oleh seorang pemimpin yang egois dan memiliki ambisi untuk menguasai kedua dunia lainnya. Sinclair adalah dunia yang aman, tentram dan damai bagi kehidupan manusia. Shilla adalah dunia yang sangat tentram dan damai sebelum pemimpin Eclipse ingin mempersatukan ketiga dunia dibawah kepemimpinannya. Pemimpin Shilla yang bernama Raja William George Winslow sangat cemas akan keutuhan dunianya. Sebenarnya pemimpin ketiga dunia itu yaitu :
~ Raja Digory Amadeus : Eclipse
~ Raja Harry Fergusson : Sinclair
~ Raja William George Winslow : Shilla
pernah melakukan suatu perjanjian agar mereka tidak saling mengganggu teritori lain tapi Raja Digory yang egois melanggar kesepakatan. Digory memiliki ambisi menguasai Shilla dan Sinclair. Eclipse menyerang Shilla tapi Shilla masih bisa melawan walaupun kehilangan banyak korban. Gerbang yang menghubungkan Shilla dengan dunia luar berhasil disegel oleh 4 orang ksatria Shilla yang gagah berani yaitu Shelley dari klan peri, Tom dari klan elf, Chad dari klan bangsawan dan Weasley dari klan satria. Mereka berhasil menyegel gerbang menuju Shilla dengan menancapkan sebuah pedang milik Weasley di depan gerbang. Karena penyegelan itu ke 4 ksatria gugur tapi jiwa mereka masih hidup di pedang Weasley dan membantu menjaga ketentraman Shilla.
**
500 tahun kemudia...
Eclipse masih berusaha menaklukan Shilla namun segel menghentikan mereka. Raja Cedric Abelard Winslow adalah raja yang saat itu memerintah Shilla sangat cemas pada dunianya.
''Tuan Putri Ann'', panggil dayang istana
''Ada apa?'' tanya Putri Ann
''Anda dipanggil Yang Mulia'', kata dayang istana
''Aku akan segera ke sana'', kata Putri Ann
Putri Ann adalah putri pertama Raja Cedric yang memiliki nama lengkap Angela Valentina Winslow. Putri Ann memiliki seorang adik bernama Putri Zora yang bernama lengkap Anazora Christine Winslow.
Putri Ann bergegas menuju ruang raja. Diruang raja sudah ada adiknya Putri Zora dan kedua pengawal pribadi mereka yaitu Half dan Alf.
''Ada apa ayah memanggil?'' tanya Putri Ann
''Semalam ayah bermimpi bertemu dengan para ksatria. Para ksatria bilang bahwa putri mahkota harus menemukan sang penyelamat yang bisa membebaskan Shilla dari ancaman Eclipse'', jelas Baginda Raja
''Aku akan mencarinya ayah'', kata Putri Ann mantap
''Menurut para ksatria, sang penyelamat berada di Sinclair bukan di Shilla. Itu berarti kau harus pergi ke Sinclair'', kata Baginda Raja
''Aku akan ikut dengan kakak'', kata Putri Zora
''Kau boleh membantu Zora. Aku tidak hanya mengirim Ann dan Zora tapi aku juga mengirim Half, Alf, Isabella dan Madame Lucy'', kata Baginda Raja
''Lebih baik kalian segera bersiap-siap'', kata Baginda
Mereka segera keluar dari ruang raja dan bersiap-siap. Tak lama mereka berkumpul lagi di ruang raja.
''Kalian harus menemukan sang penyelamat itu'', kata Baginda Raja
''Baik ayah'', kata Putri Ann
Mereka segera berangkat menuju gerbang pembatas Shilla dan Sinclair.
''Gerbang ini hanya bisa ditembus oleh kalian ber6. Berusaha sebisa mungkin dan secepat mungkin untuk menemukan sang penyelamat'', kata salah satu tetua di Shilla yang membuka gerbang.
Putri Ann merasa dirinya tersedot melewati gerbang antara Shilla dan Sinclair. Putri Ann membuka matanya tapi dia tidak melihat apa pun. Dia merasakan kehampaan saat itu. Dia melihat suatu cahaya yang menyilaukan semakin mendekatinya.
''Aidan'', kata seseorang
''Aku menemukan tuan putri Madame Lucy'', kata seseorang
Putri Ann tidak bisa mendengar kelanjutannya karena dia langsung pingsan
**
Ann membuka matanya. Yang pertama dilihatnya adalah langit-langit kamar yang polos (di Shilla langit-langit kamar bisa bergerak). Putri Ann juga melihat Half yang duduk disampingnya.
''Kakak'', kata Zora berlari memeluk Ann
Putri Ann melihat Madame Lucy, Isabella, Zora dan ada seorang lagi.
''Cucu anda sudah sadar rupanya. Saya tinggal kalian saja kalau kalian perlu apa-apa silahkan hubungi saya'', kata orang itu
''Terima kasih Mrs. Hwang'', kata Madame Lucy
Lalu orang yang dipanggil Mrs.Hwang pun pergi.
Ann menatap Madame Lucy dengan tatapan bingung.
''Anda pasti bingung tuan putri'', kata Madame Lucy
''Kita berada di sebuah kota di Sinclair bernama Seoul'', kata Madame Lucy
''Nama anda akan menjadi Kim Hye Li, Putri Zora akan menjadi Park Ran-Ran, Isabella akan menjadi Park Minchi, Half akan menjadi Kim Kibum atau key, Alf akan menjadi Lee Taemin, sedangkan saya adalah Kim Huan Lie. Disini saya akan menjadi nenek anda dan Putri Zora. Isabella, Half dan Alf akan menjadi sepupu anda. Segala keperluan kalian sudah saya siapkan termasuk rumah ini. Mulai besok kalian akan bersekolah di sekolah Athens'', jelas Madame Lucy
''Baik'', kata Putri Ann
''Kalian juga sebaiknya mulai beradaptasi dengan bahasa dengan bahasa disini'', kata Madame Lucy
''Sebaiknya anda istirahat'', kata key
~ Angela Valentina Winslow / Kim Hye Li
~ Edward George Winslow / Lee Jinki
~ Anazora Christine Winslow / Park Ran-Ran
~ Half / Kim Kibum (key)
~ Alf / Lee Taemin (taemin)
~ Isabella Aldora / Park Minchi
~ Madame Lucy / Kim Huan Lie
Terinspirasi dari ff The Secret yang ditulis oleh Seena Kwon
**
Bumi terdiri dari 3 dunia. Eclipse, Sinclair dan Shilla. Ketiga dunia tersebut sama-sama dihuni oleh manusia tapi ada beberapa perbedaan. Eclipse dipimpin oleh seorang pemimpin yang egois dan memiliki ambisi untuk menguasai kedua dunia lainnya. Sinclair adalah dunia yang aman, tentram dan damai bagi kehidupan manusia. Shilla adalah dunia yang sangat tentram dan damai sebelum pemimpin Eclipse ingin mempersatukan ketiga dunia dibawah kepemimpinannya. Pemimpin Shilla yang bernama Raja William George Winslow sangat cemas akan keutuhan dunianya. Sebenarnya pemimpin ketiga dunia itu yaitu :
~ Raja Digory Amadeus : Eclipse
~ Raja Harry Fergusson : Sinclair
~ Raja William George Winslow : Shilla
pernah melakukan suatu perjanjian agar mereka tidak saling mengganggu teritori lain tapi Raja Digory yang egois melanggar kesepakatan. Digory memiliki ambisi menguasai Shilla dan Sinclair. Eclipse menyerang Shilla tapi Shilla masih bisa melawan walaupun kehilangan banyak korban. Gerbang yang menghubungkan Shilla dengan dunia luar berhasil disegel oleh 4 orang ksatria Shilla yang gagah berani yaitu Shelley dari klan peri, Tom dari klan elf, Chad dari klan bangsawan dan Weasley dari klan satria. Mereka berhasil menyegel gerbang menuju Shilla dengan menancapkan sebuah pedang milik Weasley di depan gerbang. Karena penyegelan itu ke 4 ksatria gugur tapi jiwa mereka masih hidup di pedang Weasley dan membantu menjaga ketentraman Shilla.
**
500 tahun kemudia...
Eclipse masih berusaha menaklukan Shilla namun segel menghentikan mereka. Raja Cedric Abelard Winslow adalah raja yang saat itu memerintah Shilla sangat cemas pada dunianya.
''Tuan Putri Ann'', panggil dayang istana
''Ada apa?'' tanya Putri Ann
''Anda dipanggil Yang Mulia'', kata dayang istana
''Aku akan segera ke sana'', kata Putri Ann
Putri Ann adalah putri pertama Raja Cedric yang memiliki nama lengkap Angela Valentina Winslow. Putri Ann memiliki seorang adik bernama Putri Zora yang bernama lengkap Anazora Christine Winslow.
Putri Ann bergegas menuju ruang raja. Diruang raja sudah ada adiknya Putri Zora dan kedua pengawal pribadi mereka yaitu Half dan Alf.
''Ada apa ayah memanggil?'' tanya Putri Ann
''Semalam ayah bermimpi bertemu dengan para ksatria. Para ksatria bilang bahwa putri mahkota harus menemukan sang penyelamat yang bisa membebaskan Shilla dari ancaman Eclipse'', jelas Baginda Raja
''Aku akan mencarinya ayah'', kata Putri Ann mantap
''Menurut para ksatria, sang penyelamat berada di Sinclair bukan di Shilla. Itu berarti kau harus pergi ke Sinclair'', kata Baginda Raja
''Aku akan ikut dengan kakak'', kata Putri Zora
''Kau boleh membantu Zora. Aku tidak hanya mengirim Ann dan Zora tapi aku juga mengirim Half, Alf, Isabella dan Madame Lucy'', kata Baginda Raja
''Lebih baik kalian segera bersiap-siap'', kata Baginda
Mereka segera keluar dari ruang raja dan bersiap-siap. Tak lama mereka berkumpul lagi di ruang raja.
''Kalian harus menemukan sang penyelamat itu'', kata Baginda Raja
''Baik ayah'', kata Putri Ann
Mereka segera berangkat menuju gerbang pembatas Shilla dan Sinclair.
''Gerbang ini hanya bisa ditembus oleh kalian ber6. Berusaha sebisa mungkin dan secepat mungkin untuk menemukan sang penyelamat'', kata salah satu tetua di Shilla yang membuka gerbang.
Putri Ann merasa dirinya tersedot melewati gerbang antara Shilla dan Sinclair. Putri Ann membuka matanya tapi dia tidak melihat apa pun. Dia merasakan kehampaan saat itu. Dia melihat suatu cahaya yang menyilaukan semakin mendekatinya.
''Aidan'', kata seseorang
''Aku menemukan tuan putri Madame Lucy'', kata seseorang
Putri Ann tidak bisa mendengar kelanjutannya karena dia langsung pingsan
**
Ann membuka matanya. Yang pertama dilihatnya adalah langit-langit kamar yang polos (di Shilla langit-langit kamar bisa bergerak). Putri Ann juga melihat Half yang duduk disampingnya.
''Kakak'', kata Zora berlari memeluk Ann
Putri Ann melihat Madame Lucy, Isabella, Zora dan ada seorang lagi.
''Cucu anda sudah sadar rupanya. Saya tinggal kalian saja kalau kalian perlu apa-apa silahkan hubungi saya'', kata orang itu
''Terima kasih Mrs. Hwang'', kata Madame Lucy
Lalu orang yang dipanggil Mrs.Hwang pun pergi.
Ann menatap Madame Lucy dengan tatapan bingung.
''Anda pasti bingung tuan putri'', kata Madame Lucy
''Kita berada di sebuah kota di Sinclair bernama Seoul'', kata Madame Lucy
''Nama anda akan menjadi Kim Hye Li, Putri Zora akan menjadi Park Ran-Ran, Isabella akan menjadi Park Minchi, Half akan menjadi Kim Kibum atau key, Alf akan menjadi Lee Taemin, sedangkan saya adalah Kim Huan Lie. Disini saya akan menjadi nenek anda dan Putri Zora. Isabella, Half dan Alf akan menjadi sepupu anda. Segala keperluan kalian sudah saya siapkan termasuk rumah ini. Mulai besok kalian akan bersekolah di sekolah Athens'', jelas Madame Lucy
''Baik'', kata Putri Ann
''Kalian juga sebaiknya mulai beradaptasi dengan bahasa dengan bahasa disini'', kata Madame Lucy
''Sebaiknya anda istirahat'', kata key
Kamis, 25 Februari 2010
Give Me Your Smile Chapter 2
Enjoy...
* rumah Hye Li *
''Kenapa Jinki tahu semua kesukaanku?'' kata Hye Li heran
''Sepertinya Jinki tahu semua kesukaanku'', kata Hye Li
Hye Li mencari album foto dan membuka-buka mencari seseorang yang mungkin mirip dengan Jinki. Saat membuka foto SMP dia teringat seseorang.
''Prince'', kata Hye Li
''Dimana kau sekarang Prince?'' kata Hye Li sedih
* keesokan harinya saat istirahat *
''Hye Li'', panggil Jinki saat Hye Li beranjak keluar kelas
''Ada apa?'' tanya Hye Li kembali
''Gamsahamnida telah menolongku mencari kado kemarin'', kata Jinki
''Gwenchanayo'', jawab Hye Li
''Nanti malam ada acara gak?'' tanya Jinki
''Ani. Ada apa?'' tanya Hye Li
''Aku ingin mengajakmu pergi'', kata Jinki
''Boleh'', kata Hye Li
''Nanti aku jemput jam 7 ya'', kata Jinki
''Ne'', jawab Hye Li
Tak lama bel berbunyi menandakan istirahat usai. Mereka melanjutkan pelajaran dan tanpa terasa pelajaran telah selesai dan mereka pulang
* sore harinya *
Hye Li sedang bermain gitar di ruang tamu dan key menyanyi. Mom sedang menyiram tanaman. Tiba-tiba ada mobil berhenti di depan rumah. Mom menghampiri orang yang turun dari mobil itu
''Jinki, ayo masuk dulu. Hye Li ada di dalam'', kata mom akrab
Mom dan Jinki masuk ke dalam rumah. Aku yang sedang main gitar tidak menyadari kehadiran mereka. Saat selesai baru aku menyadari.
''Hye Li ada Jinki'', kata mom
''Katanya jam 7'', kata Hye Li
''Pengen aja jemput kamu lebih cepat'', kata Jinki tersenyum
''Aku ganti baju dulu'', kata Hye Li
''Jinki silahkan duduk'', kata key bersahabat
''Silahkan duduk Jinki. Mau minum apa?'' tanya mom
''Tidak usah repot-repot'', kata Jinki
Hye Li langsung menuju ke kamar untuk ganti baju. Tak lama Hye Li turun dengan menggunakan gaun pink sebatas lutut.
''Ayo'', kata Jinki
''Mom, oppa, aku pergi dulu ya. Bilang sama dad aku pergi sebentar'', kata Hye Li
''Jangan buru-buru'', kata mom
''Jangan buru-buru'', kata mom
''Kami permisi dulu'', kata Jinki
Mereka segera keluar menuju mobil Jinki
''You are so beautiful'', kata Jinki
''Gamsahamnida'', kata Hye Li
Hye Li heran. Karena mom dan key bersikap sangat bersahabat seolah-olah mereka sudah kenal lama. Mereka menuju sebuah restoran romantis untuk diner
''Kamu suka?'' tanya Jinki
''Sure'', jawab Hye Li
Mereka menikmati dinner itu. Setelah dinner Jinki mengajak Hye Li ke taman.
''Sebenarnya kamu itu siapa sih kok bisa akrab sama mom dan oppa? Trus kamu juga tahu semua kesukaanku?'' tanya Hye Li
''Aku akan kasih tahu kamu tapi gak sekarang'', jawab Jinki
''Kapan?'' tanya Hye Li
''Besok'', jawab Jinki
Mereka lalu pulang karena sudah malam
* keesokan harinya *
''Mana Jinki? Tumben gak masuk'', kata Hye Li
Hye Li membuka tasnya. Saat itu ada setangkai bunga dan sebuah surat jatuh dari tasnya. Hye Li langsung membukanya.
Kau sungguh ingin tahu siapa aku? Kalau begitu temui aku di taman sepulang sekolah
Jinki
Hye Li bingung akan surat itu.
* pulang sekolah *
Begitu bel pulang sekolah berbunyi Hye Li langsung menuju parkiran. Begitu sampai mobil Hye Li langsung tancap gas menuju taman. Begitu sampai di taman dia menemukan banyak bunga. Dia mengambil bunga yang paling dekat dan ada suratnya.
Ikuti jalur bunga itu. Bunga itu akan membawamu padaku.
Jinki
Hye Li mengambil bunga itu satu persatu dan bunga terakhir berada di depan tangga sebuah rumah pohon.
''Ini'', kata Hye Li teringat sesuatu dan sebutir air mata mengalir di pipi Hye Li.
''Jangan menangis, Princess'', kata Jinki tiba-tiba muncul
Jinki mendekati Hye Li dan menghapus air mata Hye Li
''I miss you Prince'', kata Hye Li
''I miss you too Princess'', kata Jinki
Mereka menuju sebuah bangku yang ada disana
''Mian ne'', kata Jinki
''For what?'' tanya Hye Li sambil terisak
''Karena telah meninggalkanmu'', kata Jinki
''Aku pindah ke Amerika karena dad pindah tugas. Akhirnya aku kembali ke Korea'', kata Jinki
''Kau tahu dari mana aku sekolah di Athens?'' tanya Hye Li
''Your family'', jawab Jinki
''Don't leave me again'', kata Hye Li
''I promise'', kata Jinki
''Princess'', panggil Jinki
''Ne Prince'', kata Hye Li
''Give me your smile'', kata Jinki
Hye Li tersenyum manis dan tampak lesung pipi di sisi kiri dan kanan pipinya
''Thank you for your smile'', kata Jinki
''Anything for you my prince'', jawab Hye Li sambil menyandarkan kepala ke bahu Jinki
Akhirnya mereka bisa bersama setelah sekian tahun terpisah dan mereka menemukan kebahagiaan mereka yang dulu sempat tertunda.
The End
* rumah Hye Li *
''Kenapa Jinki tahu semua kesukaanku?'' kata Hye Li heran
''Sepertinya Jinki tahu semua kesukaanku'', kata Hye Li
Hye Li mencari album foto dan membuka-buka mencari seseorang yang mungkin mirip dengan Jinki. Saat membuka foto SMP dia teringat seseorang.
''Prince'', kata Hye Li
''Dimana kau sekarang Prince?'' kata Hye Li sedih
* keesokan harinya saat istirahat *
''Hye Li'', panggil Jinki saat Hye Li beranjak keluar kelas
''Ada apa?'' tanya Hye Li kembali
''Gamsahamnida telah menolongku mencari kado kemarin'', kata Jinki
''Gwenchanayo'', jawab Hye Li
''Nanti malam ada acara gak?'' tanya Jinki
''Ani. Ada apa?'' tanya Hye Li
''Aku ingin mengajakmu pergi'', kata Jinki
''Boleh'', kata Hye Li
''Nanti aku jemput jam 7 ya'', kata Jinki
''Ne'', jawab Hye Li
Tak lama bel berbunyi menandakan istirahat usai. Mereka melanjutkan pelajaran dan tanpa terasa pelajaran telah selesai dan mereka pulang
* sore harinya *
Hye Li sedang bermain gitar di ruang tamu dan key menyanyi. Mom sedang menyiram tanaman. Tiba-tiba ada mobil berhenti di depan rumah. Mom menghampiri orang yang turun dari mobil itu
''Jinki, ayo masuk dulu. Hye Li ada di dalam'', kata mom akrab
Mom dan Jinki masuk ke dalam rumah. Aku yang sedang main gitar tidak menyadari kehadiran mereka. Saat selesai baru aku menyadari.
''Hye Li ada Jinki'', kata mom
''Katanya jam 7'', kata Hye Li
''Pengen aja jemput kamu lebih cepat'', kata Jinki tersenyum
''Aku ganti baju dulu'', kata Hye Li
''Jinki silahkan duduk'', kata key bersahabat
''Silahkan duduk Jinki. Mau minum apa?'' tanya mom
''Tidak usah repot-repot'', kata Jinki
Hye Li langsung menuju ke kamar untuk ganti baju. Tak lama Hye Li turun dengan menggunakan gaun pink sebatas lutut.
''Ayo'', kata Jinki
''Mom, oppa, aku pergi dulu ya. Bilang sama dad aku pergi sebentar'', kata Hye Li
''Jangan buru-buru'', kata mom
''Jangan buru-buru'', kata mom
''Kami permisi dulu'', kata Jinki
Mereka segera keluar menuju mobil Jinki
''You are so beautiful'', kata Jinki
''Gamsahamnida'', kata Hye Li
Hye Li heran. Karena mom dan key bersikap sangat bersahabat seolah-olah mereka sudah kenal lama. Mereka menuju sebuah restoran romantis untuk diner
''Kamu suka?'' tanya Jinki
''Sure'', jawab Hye Li
Mereka menikmati dinner itu. Setelah dinner Jinki mengajak Hye Li ke taman.
''Sebenarnya kamu itu siapa sih kok bisa akrab sama mom dan oppa? Trus kamu juga tahu semua kesukaanku?'' tanya Hye Li
''Aku akan kasih tahu kamu tapi gak sekarang'', jawab Jinki
''Kapan?'' tanya Hye Li
''Besok'', jawab Jinki
Mereka lalu pulang karena sudah malam
* keesokan harinya *
''Mana Jinki? Tumben gak masuk'', kata Hye Li
Hye Li membuka tasnya. Saat itu ada setangkai bunga dan sebuah surat jatuh dari tasnya. Hye Li langsung membukanya.
Kau sungguh ingin tahu siapa aku? Kalau begitu temui aku di taman sepulang sekolah
Jinki
Hye Li bingung akan surat itu.
* pulang sekolah *
Begitu bel pulang sekolah berbunyi Hye Li langsung menuju parkiran. Begitu sampai mobil Hye Li langsung tancap gas menuju taman. Begitu sampai di taman dia menemukan banyak bunga. Dia mengambil bunga yang paling dekat dan ada suratnya.
Ikuti jalur bunga itu. Bunga itu akan membawamu padaku.
Jinki
Hye Li mengambil bunga itu satu persatu dan bunga terakhir berada di depan tangga sebuah rumah pohon.
''Ini'', kata Hye Li teringat sesuatu dan sebutir air mata mengalir di pipi Hye Li.
''Jangan menangis, Princess'', kata Jinki tiba-tiba muncul
Jinki mendekati Hye Li dan menghapus air mata Hye Li
''I miss you Prince'', kata Hye Li
''I miss you too Princess'', kata Jinki
Mereka menuju sebuah bangku yang ada disana
''Mian ne'', kata Jinki
''For what?'' tanya Hye Li sambil terisak
''Karena telah meninggalkanmu'', kata Jinki
''Aku pindah ke Amerika karena dad pindah tugas. Akhirnya aku kembali ke Korea'', kata Jinki
''Kau tahu dari mana aku sekolah di Athens?'' tanya Hye Li
''Your family'', jawab Jinki
''Don't leave me again'', kata Hye Li
''I promise'', kata Jinki
''Princess'', panggil Jinki
''Ne Prince'', kata Hye Li
''Give me your smile'', kata Jinki
Hye Li tersenyum manis dan tampak lesung pipi di sisi kiri dan kanan pipinya
''Thank you for your smile'', kata Jinki
''Anything for you my prince'', jawab Hye Li sambil menyandarkan kepala ke bahu Jinki
Akhirnya mereka bisa bersama setelah sekian tahun terpisah dan mereka menemukan kebahagiaan mereka yang dulu sempat tertunda.
The End
Kamis, 18 Februari 2010
Give Me Your Smile Chapter 1
Characters :
~ Kim Hye Li
~ Lee Jinki (onew)
~ Kim Kibum (key)
Kim Kibum dan Kim Hye Li adalah anak dari Mr dan Mrs Kim yang sangat kaya. Key dan Hye Li bersekolah di sekolah paling populer di Korea yaitu Athens. Mereka berdua sangat populer disekolah karena kepintaran dan paras mereka yang memukau dan mereka juga cool. Key berada dikelas 3 SMA sementara Hye Li kelas 2 SMA. Seperti pagi-pagi biasa hari ini mobil Key dan Hye Li meluncur di halaman sekolah Athens.
* kelas Hye Li *
''Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru'', kata Bu Jesica didepan kelas
Murid baru itu segera memperkenalkan diri
''Perkenalkan nama saya Lee Jinki. Saya pindahan dari Amerika'', kata murid itu
''Jinki kamu duduk disamping Hye Li'', perintah Bu Jesica
Jinki segera duduk disampingku
''Lee Jinki imnida'', kata Jinki
''Kim Hye Li imnida'', kata Hye Li
* istirahat *
''Hye Li, ayo kita ke kantin'', ajak key
''Ne oppa'', jawab Hye Li
Hye Li beranjak dari tempat duduknya dan mereka pergi menuju kantin
''Kamu dan key masih saja lengket seperti dulu'', kata Jinki
* dikantin *
''Hye Li, teman sebelah kamu murid baru ya?'' tanya key
''Ne'', jawab Hye Li
''Oppa'', panggil Hye Li
''Ne'', jawab key
''Aku seperti tidak asing dengan wajah Jinki'', kata Hye Li
''Perasaan kamu aja kali'', kata key
''Ani. Sepertinya aku pernah kenal dekat sama dia'', kata Hye Li
''Ya sudah. Ayo kembali ke kelas sebentar lagi masuk'', kata key
Mereka segera menuju kelas. Tak terasa sekolah sudah selesai. Key dan Hye Li segera pulang ke rumah
* sore harinya *
Key dan Hye Li terlihat asik bercanda dan tertawa riang. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengamati mereka dengan mobil dari jauh. Dia tersenyum melihat tingkah laku Hye Li
''Kau masih sama seperti dulu'', katanya
Lalu dia pergi. Hye Li yang merasa diperhatikan menoleh keluar tapi dia tidak melihat siapa-siapa lalu dia melanjutkan kegiatannya
* keesokan harinya *
Kelas Jinki dan Hye Li baru saja selesai berolahraga. Hye Li duduk ditaman sekolah. Dia sedang melamun hingga tidak menyadari ada yang menghampirinya
''Ini minum'', kata orang itu menyerahkan sebotol minuman
''Eh'', kata Hye Li sadar dari lamunannya dan melihat orang itu
Ternyata itu adalah Jinki. Hye Li mengambil minuman itu
''Darimana kau tahu bahwa ini minuman kesukaanku?'' tanya Hye Li
''Hanya menebak. Beruntung kamu suka'', jawab Jinki
''Gamsahamnida'', kata Hye Li tersenyum
''Gwenchanayo'', balas Jinki
''Aku senang melihat kembali senyum itu'', kata Jinki dalam hati
''Boleh aku bertanya?'' tanya Hye Li
''Ne'', jawab Jinki
''Apa kita pernah bertemu sebelumnya?'' tanya Hye Li
''Kenapa?'' tanya Jinki
''Aku merasa kita pernah bertemu dan wajahmu tidak asing lagi'', jawab Hye Li
Jinki hanya tersenyum
''Nanti siang kamu ada acara gak?'' tanya Jinki
''Ani. Memang kenapa?'' tanya Hye Li
''Aku ingin membeli bunga untuk kakakku tapi aku gak tahu toko bunga yang bagus disini. Bisa temani?'' tanya Jinki
''Boleh saja'', jawab Hye Li
* pulang sekolah *
''Jinki, aku mau ke kelas key oppa dulu'', kata Hye Li
''Ne'', jawab Jinki
Hye Li berjalan keluar kelas menuju kelas key sementara Jinki mengikuti Hye Li
''Oppa'', panggil Hye Li
''Ada apa?'' tanya key
''Hari ini aku mau pergi dengan Jinki. Bilang sama mom dan dan'', kata Hye Li
''Nanti oppa bilang sama mom dan dad'', kata Key
''Gamsahamnida. Aku pergi dulu ya'', kata Hye Li melambai pada key
Key mengangguk dan tersenyum pada Jinki
''Ayo kita pergi'', kata Hye Li
Mereka menuju parkiran dan segera pergi ke toko bunga
''Bunga mawar bagaimana?'' tanya Hye Li
''Boleh juga'', jawab Jinki
Jinki menuju kasir dan membayar. Sementara itu Hye Li menunggu didepan toko
''Ini untuk kamu'', kata Jinki menyerahkan sebuket bunga lili putih
''Gamsahamnida'', kata Hye Li
Hye Li bingung kenapa Jinki tahu bunga kesukaannya. Hye Li tersenyum pada Jinki. Mereka lalu pulang kerumah masing-masing
* rumah Jinki *
''Akhirnya aku bisa melihat senyum itu lagi'', kata Jinki
''Sekian lama aku menunggu untuk melihat senyum itu dan akhirnya aku bisa melihatnya hari ini'', kata Jinki
Sebenarnya siapa Jinki dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tunggu kelanjutannya di Give Me Your Smile Chapter 2
~ Kim Hye Li
~ Lee Jinki (onew)
~ Kim Kibum (key)
Kim Kibum dan Kim Hye Li adalah anak dari Mr dan Mrs Kim yang sangat kaya. Key dan Hye Li bersekolah di sekolah paling populer di Korea yaitu Athens. Mereka berdua sangat populer disekolah karena kepintaran dan paras mereka yang memukau dan mereka juga cool. Key berada dikelas 3 SMA sementara Hye Li kelas 2 SMA. Seperti pagi-pagi biasa hari ini mobil Key dan Hye Li meluncur di halaman sekolah Athens.
* kelas Hye Li *
''Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru'', kata Bu Jesica didepan kelas
Murid baru itu segera memperkenalkan diri
''Perkenalkan nama saya Lee Jinki. Saya pindahan dari Amerika'', kata murid itu
''Jinki kamu duduk disamping Hye Li'', perintah Bu Jesica
Jinki segera duduk disampingku
''Lee Jinki imnida'', kata Jinki
''Kim Hye Li imnida'', kata Hye Li
* istirahat *
''Hye Li, ayo kita ke kantin'', ajak key
''Ne oppa'', jawab Hye Li
Hye Li beranjak dari tempat duduknya dan mereka pergi menuju kantin
''Kamu dan key masih saja lengket seperti dulu'', kata Jinki
* dikantin *
''Hye Li, teman sebelah kamu murid baru ya?'' tanya key
''Ne'', jawab Hye Li
''Oppa'', panggil Hye Li
''Ne'', jawab key
''Aku seperti tidak asing dengan wajah Jinki'', kata Hye Li
''Perasaan kamu aja kali'', kata key
''Ani. Sepertinya aku pernah kenal dekat sama dia'', kata Hye Li
''Ya sudah. Ayo kembali ke kelas sebentar lagi masuk'', kata key
Mereka segera menuju kelas. Tak terasa sekolah sudah selesai. Key dan Hye Li segera pulang ke rumah
* sore harinya *
Key dan Hye Li terlihat asik bercanda dan tertawa riang. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengamati mereka dengan mobil dari jauh. Dia tersenyum melihat tingkah laku Hye Li
''Kau masih sama seperti dulu'', katanya
Lalu dia pergi. Hye Li yang merasa diperhatikan menoleh keluar tapi dia tidak melihat siapa-siapa lalu dia melanjutkan kegiatannya
* keesokan harinya *
Kelas Jinki dan Hye Li baru saja selesai berolahraga. Hye Li duduk ditaman sekolah. Dia sedang melamun hingga tidak menyadari ada yang menghampirinya
''Ini minum'', kata orang itu menyerahkan sebotol minuman
''Eh'', kata Hye Li sadar dari lamunannya dan melihat orang itu
Ternyata itu adalah Jinki. Hye Li mengambil minuman itu
''Darimana kau tahu bahwa ini minuman kesukaanku?'' tanya Hye Li
''Hanya menebak. Beruntung kamu suka'', jawab Jinki
''Gamsahamnida'', kata Hye Li tersenyum
''Gwenchanayo'', balas Jinki
''Aku senang melihat kembali senyum itu'', kata Jinki dalam hati
''Boleh aku bertanya?'' tanya Hye Li
''Ne'', jawab Jinki
''Apa kita pernah bertemu sebelumnya?'' tanya Hye Li
''Kenapa?'' tanya Jinki
''Aku merasa kita pernah bertemu dan wajahmu tidak asing lagi'', jawab Hye Li
Jinki hanya tersenyum
''Nanti siang kamu ada acara gak?'' tanya Jinki
''Ani. Memang kenapa?'' tanya Hye Li
''Aku ingin membeli bunga untuk kakakku tapi aku gak tahu toko bunga yang bagus disini. Bisa temani?'' tanya Jinki
''Boleh saja'', jawab Hye Li
* pulang sekolah *
''Jinki, aku mau ke kelas key oppa dulu'', kata Hye Li
''Ne'', jawab Jinki
Hye Li berjalan keluar kelas menuju kelas key sementara Jinki mengikuti Hye Li
''Oppa'', panggil Hye Li
''Ada apa?'' tanya key
''Hari ini aku mau pergi dengan Jinki. Bilang sama mom dan dan'', kata Hye Li
''Nanti oppa bilang sama mom dan dad'', kata Key
''Gamsahamnida. Aku pergi dulu ya'', kata Hye Li melambai pada key
Key mengangguk dan tersenyum pada Jinki
''Ayo kita pergi'', kata Hye Li
Mereka menuju parkiran dan segera pergi ke toko bunga
''Bunga mawar bagaimana?'' tanya Hye Li
''Boleh juga'', jawab Jinki
Jinki menuju kasir dan membayar. Sementara itu Hye Li menunggu didepan toko
''Ini untuk kamu'', kata Jinki menyerahkan sebuket bunga lili putih
''Gamsahamnida'', kata Hye Li
Hye Li bingung kenapa Jinki tahu bunga kesukaannya. Hye Li tersenyum pada Jinki. Mereka lalu pulang kerumah masing-masing
* rumah Jinki *
''Akhirnya aku bisa melihat senyum itu lagi'', kata Jinki
''Sekian lama aku menunggu untuk melihat senyum itu dan akhirnya aku bisa melihatnya hari ini'', kata Jinki
Sebenarnya siapa Jinki dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tunggu kelanjutannya di Give Me Your Smile Chapter 2
Minggu, 14 Februari 2010
Real Love Chapter 4
* dirumah *
''Hye Li'', panggil Jinki oppa
''Ne'', jawabku
''Ada kado untukmu'', kata key oppa
''Dimana?'' tanyaku
''Dikamarmu'', jawab key oppa
Aku segera berlari ke kamarku untuk melihat kadoku. Diatas tempat tidurku ada sebuah kado berwarna pink yang sangat besar. Akupun langsung membukanya. Aku mendapati sebuah boneka teddy bear warna pink yang sangat besar dikado tersebut. Disana ada sebuah surat. Lalu aku membacanya.
Dear Hye Li,
Merry Christmas Hye Li, aku beri kau kado natal sebuah boneka teddy bear. Semoga kau menyukainya.
With Love,
Lee Jinki
Aku senang menerima kado tersebut. Jinki oppa I Miss You. Saat ini aku sedang konsentrasi untuk ujian melukis yang sangat penting karena ujian tersebut menentukan kelulusanku. Setelah lulus aku akan menyusul key oppa untuk kuliah di salah satu universitas terkenal di Korea.
* saat ujian *
''Tuhan semoga aku bisa menghadapi ujian ini'', doaku
Aku mulai melukis. Akhirnya aku selesai melukis. Lukisanku kali ini adalah seorang wanita dan laki-laki sedang bergembira sambil berpegangan tangan dengan latar belakang pantai yang indah. Dilukisan itu terlihat kalung yang melingkar manis di leher mereka berdua. Kalung yang sama seperti milikku dan Jinki oppa.
Saat ini aku sedang menunggu pengumuman kelulusan. Saat hari pengumuman tiba aku pergi kesekolah dan menerima amplop berisi keputusan lulus atau tidaknya. Aku lalu membuka. Saat membuka wajahku langsung gembira karena ternyata aku dinyatakan lulus dengan nilai A. Aku langsung pulang kerumah untuk memberitahukan berita ini pada key oppa dan umma. Sesampai dirumah aku beritahu mereka tentang kabar gembira ini
''Wah selamat ya Hye Li'', kata umma
''Selamat ya Hye Li'', sambung key oppa
''Makasih umma, oppa'', kataku
Setelah itu aku pergi kekamar untuk tidur. Baru kira-kira satu jam aku tidur tiba-tiba aku mendengar lagu The Name I Love tapi aku yakin bukan key oppa yang menyanyikan karena itu bukan suara key oppa. Tapi suara siapa yang menyanyi lagu tersebut. Jangan-jangan Jinki oppa. Itu seperti suara Jinki oppa
''Tapi Jinki oppa kan ada di Jepang jadi gak mungkin tiba-tiba dia ada disini menyanyikan salah satu lagu kesukaanku'', kataku
''Pasti aku sedang bermimpi'', kataku
Aku mencubit lenganku
''Awww sakit'', kataku
''Berarti aku gak mimpi'', kataku
Akupun berjalan menuju ke jendela kamarku. Saat melihat kebawah aku melihat Jinki oppa sedang tersenyum manis padaku
''Tuh kan bener dugaanku. Tadi memang Jinki oppa yang nyanyi. Buktinya sekarang Jinki oppa ada dibawah dan sedang tersenyum padaku'', kataku polos
Lalu akupun sadar
''Jinki oppa'', teriakku
Aku lali berlari menuruni tangga dengan cepat dan membuka pintu. Saat pintu sudah terbuka aku langsung berlari dan memeluk Jinki oppa.
''Oppa kok pulang gak bilang-bilang sih'', kataku
''Kalo bilang bukan surprise namanya'', kata Jinki oppa
''Ehem. Ehem'', kata key oppa
''Oppa'', kataku
''Akhirnya kamu datang juga tapi kok kamu telat 30 menit Jinki?'' tanya key
''Pesawatnya telat berangkat'', kata Jinki
''What? Jadi oppa sudah tahu kalau Jinki oppa mau pulang. Kok gak bilang sama aku'', kataku cemberut
''Jinki bilang mau bikin surprise jadi aku diam aja'', jawab key oppa
''Ih oppa tega nie sama adeknya'', sambungku
''Ya udah aku masuk dulu ya'', kata key oppa
Oppa pun masuk ke rumah.
''Sudahlah Hye Li jangan cemberut lagi. Manisnya hilang kalo kamu cemberut. Senyum donk'', goda Jinki sambil mencubit pipiku
''Oppa'', kataku
Akupun tersenyum
''Gitu donk kalo senyum kan tambah manis'', kata oppa
''Hye Li. Terima kasih telah menungguku'', kata Jinki oppa
''Ne. Aku percaya Jinki oppa pasti kembali'', jawabku
''Hye Li'', kata Jinki oppa
''Ne'', jawabku
''Hye Li, will you be my girl?'' tanya Jinki oppa
''Iya oppa'', jawabku
Jinki oppa lalu memelukku. Diam-diam key oppa melihat dari balik jendela.
''Akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu Hye Li'', kata key oppa
''Selamat berbahagia Hye Li'', kata key oppa sambil tersenyum
''Hye Li'', panggil Jinki oppa
''Ne'', jawabku
''Ada kado untukmu'', kata key oppa
''Dimana?'' tanyaku
''Dikamarmu'', jawab key oppa
Aku segera berlari ke kamarku untuk melihat kadoku. Diatas tempat tidurku ada sebuah kado berwarna pink yang sangat besar. Akupun langsung membukanya. Aku mendapati sebuah boneka teddy bear warna pink yang sangat besar dikado tersebut. Disana ada sebuah surat. Lalu aku membacanya.
Dear Hye Li,
Merry Christmas Hye Li, aku beri kau kado natal sebuah boneka teddy bear. Semoga kau menyukainya.
With Love,
Lee Jinki
Aku senang menerima kado tersebut. Jinki oppa I Miss You. Saat ini aku sedang konsentrasi untuk ujian melukis yang sangat penting karena ujian tersebut menentukan kelulusanku. Setelah lulus aku akan menyusul key oppa untuk kuliah di salah satu universitas terkenal di Korea.
* saat ujian *
''Tuhan semoga aku bisa menghadapi ujian ini'', doaku
Aku mulai melukis. Akhirnya aku selesai melukis. Lukisanku kali ini adalah seorang wanita dan laki-laki sedang bergembira sambil berpegangan tangan dengan latar belakang pantai yang indah. Dilukisan itu terlihat kalung yang melingkar manis di leher mereka berdua. Kalung yang sama seperti milikku dan Jinki oppa.
Saat ini aku sedang menunggu pengumuman kelulusan. Saat hari pengumuman tiba aku pergi kesekolah dan menerima amplop berisi keputusan lulus atau tidaknya. Aku lalu membuka. Saat membuka wajahku langsung gembira karena ternyata aku dinyatakan lulus dengan nilai A. Aku langsung pulang kerumah untuk memberitahukan berita ini pada key oppa dan umma. Sesampai dirumah aku beritahu mereka tentang kabar gembira ini
''Wah selamat ya Hye Li'', kata umma
''Selamat ya Hye Li'', sambung key oppa
''Makasih umma, oppa'', kataku
Setelah itu aku pergi kekamar untuk tidur. Baru kira-kira satu jam aku tidur tiba-tiba aku mendengar lagu The Name I Love tapi aku yakin bukan key oppa yang menyanyikan karena itu bukan suara key oppa. Tapi suara siapa yang menyanyi lagu tersebut. Jangan-jangan Jinki oppa. Itu seperti suara Jinki oppa
''Tapi Jinki oppa kan ada di Jepang jadi gak mungkin tiba-tiba dia ada disini menyanyikan salah satu lagu kesukaanku'', kataku
''Pasti aku sedang bermimpi'', kataku
Aku mencubit lenganku
''Awww sakit'', kataku
''Berarti aku gak mimpi'', kataku
Akupun berjalan menuju ke jendela kamarku. Saat melihat kebawah aku melihat Jinki oppa sedang tersenyum manis padaku
''Tuh kan bener dugaanku. Tadi memang Jinki oppa yang nyanyi. Buktinya sekarang Jinki oppa ada dibawah dan sedang tersenyum padaku'', kataku polos
Lalu akupun sadar
''Jinki oppa'', teriakku
Aku lali berlari menuruni tangga dengan cepat dan membuka pintu. Saat pintu sudah terbuka aku langsung berlari dan memeluk Jinki oppa.
''Oppa kok pulang gak bilang-bilang sih'', kataku
''Kalo bilang bukan surprise namanya'', kata Jinki oppa
''Ehem. Ehem'', kata key oppa
''Oppa'', kataku
''Akhirnya kamu datang juga tapi kok kamu telat 30 menit Jinki?'' tanya key
''Pesawatnya telat berangkat'', kata Jinki
''What? Jadi oppa sudah tahu kalau Jinki oppa mau pulang. Kok gak bilang sama aku'', kataku cemberut
''Jinki bilang mau bikin surprise jadi aku diam aja'', jawab key oppa
''Ih oppa tega nie sama adeknya'', sambungku
''Ya udah aku masuk dulu ya'', kata key oppa
Oppa pun masuk ke rumah.
''Sudahlah Hye Li jangan cemberut lagi. Manisnya hilang kalo kamu cemberut. Senyum donk'', goda Jinki sambil mencubit pipiku
''Oppa'', kataku
Akupun tersenyum
''Gitu donk kalo senyum kan tambah manis'', kata oppa
''Hye Li. Terima kasih telah menungguku'', kata Jinki oppa
''Ne. Aku percaya Jinki oppa pasti kembali'', jawabku
''Hye Li'', kata Jinki oppa
''Ne'', jawabku
''Hye Li, will you be my girl?'' tanya Jinki oppa
''Iya oppa'', jawabku
Jinki oppa lalu memelukku. Diam-diam key oppa melihat dari balik jendela.
''Akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu Hye Li'', kata key oppa
''Selamat berbahagia Hye Li'', kata key oppa sambil tersenyum
Langganan:
Komentar (Atom)