Hari ini aku ada tambahan pelajaran karena aku harus mengejar ketinggalanku. Tadi key oppa sudah pulang duluan tapi katanya nanti dia akan jemput aku lagi soalnya aku gak bisa pulang sendiri. Tiba-tiba hpku berbunyi dilayar tertulis key oppa
''Annyeonghaseyo'', kataku
''Annyeonghaseyo'', jawab key oppa
''Oppa, ada apa telepon?'' tanyaku
''Hye Li nanti oppa gak bisa jemput kamu soalnya umma minta temenin belanja'', jelas key oppa
''Terus aku pulangnya gimana oppa? Aku kan gak bisa pulang sendiri'', tanyaku
''Tenang aja tadi oppa sudah minta tolong sama Jinki buat jemput kamu'', jawab key oppa
''Oh gitu. Aku takutnya nanti aku pulang sendirian kan aku gak bisa pulang sendiri'', jelasku
''Tapi gak apa-apa kan kalo Jinki yang jemput?'' tanya key oppa
''Gak apa-apa oppa'', jawabku
''Ya sudah kalo gitu. Oppa antar umma dulu ya. Bye Hye Li'', kata key oppa
''Bye oppa. Be carefull'', kataku
* sore harinya *
''Akhirnya pulang juga. Capek setelah ujian hari ini'', gumamku
Saat sampai dihalaman sekolah aku kaget karena aku melihat Jinki oppa. Aku baru ingat kalo hari ini aku dijemput sama Jinki oppa. Akupun menghampiri Jinki oppa
''Oppa sudah lama menunggu?'' tanyaku
''Eh Hye Li, belum lama kok'', jawabnya
''Ya sudah sekarang kita pulang yuk'', ajakku
''Tadi key bilang katanya kunci rumah dia bawa jadi sekarang kamu belum bisa pulang'', jelas Jinki oppa
''Trus sekarang gimana donk?'' tanyaku
''Gimana kalo kita jalan-jalan aja sambil tunggu key pulang'', tanya Jinki oppa
''Oke deh'', jawabku
''Tapi sekarang kita makan dulu ya, kamu pasti belum makan kan?'' tanya Jinki oppa
''Ne'', jawabku
* direstoran *
''Mau pesan apa?'' tanya pelayan
''Hye Li kamu mau pesan apa?'' tanya Jinki oppa
''Terserah oppa aja'', jawabku
''Kalo gitu steak sama orange juice aja 2'', pesan Jinki oppa
Pelayan itu pun pergi dan tak lama kembali sambil membawa pesanan kami. Kamipun mengobrol sambil makan.
''Kamu sekarang di jurusan seni lukis kan? Kenapa tidak di bidang nyanyi aja seperti key?'' tanya Jinki oppa
''Dulu aku begitu mengenal semua seluk beluk dunia musik tapi begitu aku mengenal seni lukis semuannya berubah. Aku merasa diseni lukis aku bisa mengekspresikan apa yang sedang aku pikirkan'', jelasku
''Sekarang kamu masih tertarik dengan dunia musik?'' tanya Jinki oppa lagi
''Masih tertarik'', jawabku
Kamipun selesai makan dan berjalan-jalan di mal. Saat kami melewati toko aksesoris Jinki oppa mengajak aku memasuki toko itu dan Jinki oppa membeli 2 buah gelang yang sama.
''Oppa untuk apa kita beli gelang ini?''tanyaku
''Buat kenang-kenangan supaya kita gak lupa akan kejadian hari ini. Oh ya gelangnya jangan dilepas ya'', pinta Jinki oppa sambil memasangkan gelang ditanganku
''Oke'', jawabku
Tak terasa sudah malam kamipun pulang
* Keesokan harinya *
''Key'', panggil Jinki
''Ada apa Jinki?'' tanya key
''Aku boleh curhat gak sama kamu?'' tanya Jinki
''Ne'', jawab key
''Nanti istirahat aja ya'', pinta Jinki
''Oke'', jawab key
* saat istirahat *
''Kamu mau curhat apa?'' tanya key
''Tapi kamu janji jangan bilang siapa-siapa'', kata Jinki
''I promise'', jawab key
''Aku suka sama seorang perempuan'', jelas Jinki
''Bagus donk. Siapa perempuan yang beruntung itu?'' tanya key
''Hye Li'', jawab Jinki
''My sister?'' tanya key
''Ne'', jawab Jinki
''Gak apa-apa kan?'' tanya Jinki
''Gak apa-apa kok. Aku justru senang bila suatu saat nanti kalian pacaran karena aku telah mengenal kamu. Karena duku hatinya pernah disakiti'', jelas key oppa
''Siapa?'' tanya Jinki oppa
''Teman sekolah Hye Li. Pacar yang dia sayang dan teman yang dia percaya ternyata menusuknya dari belakang. Mereka pacaran diam-diam dibelakang Hye Li dan pacarnya ternyata lebih memilih sahabatnya'', jelas key
''Tapi selama ini dia selalu gembira dan wajahnya selalu tenang'', kata Jinki
''Wajah tenang yang Hye Li tunjukkan sebenarnya adalah topeng. Dia berubah sejak kejadian itu'', jelas key
''Sejak kejadian itu adikku yang dulunya bisa mengekspresikan perasaan yang sedang ia rasakan dan selalu gembira berubah. Sekarang dia selalu bersikap tenang dan dia selalu gugup jika ditanya mengenai masa lalunya di London'', tutur key
''Jadi itu alasan kalian pindah ke Korea?'' tanya Jinki
''Itu hanya salah satu alasan saja'', jawab key
''Hye Li, dia akan gemetar bila gugup dan menyembunyikan sesuatu. Dia bisa menyembunyikan perasaannya didepan umma tapi tidak didepanku'', jelas key
''Kalian berdua begitu dekat'', kata Jinki
''Bagiku Hye Li adalah segalanya dan aku akan selalu berusaha membuatnya bahagia'', kata key
''Aku berjanji akan membahagiakan Hye Li'', kata Jinki
''Oh ya aku mohon pembicaraan kita jangan kau beritahukan pada Hye Li'', pinta Jinki
''Baiklah'', jawab Key
* dirumah *
''Hye Li, kamu liat gitar oppa gak?'' teriak key oppa dari ruang tamu
''Ada dikamarku oppa. Ambil aja kesini'', jawabku
Oppa pun datang kekamarku dan mengambil gitarnya
''Oppa nyanyi donk soalnya aku lagi BT nie'', pintaku
Oppa pun menyanyikan lagu Please, Don't Go. Tiba-tiba aku teringat bahwa ada seseorang yang pernah menyanyikan lagu tersebut untukku tapi akhirnya dia pergi. Tanpa kusadari air mataku jatuh. Setelah selesai menyanyi key oppa menyadari bahwa aku menangis.
''I'm so sorry about this'', kata key oppa
''Gak apa-apa kok oppa'', jawabku
''Kamu ingat dia?'' tanya key oppa
''Ne'', jawabku
''Aku ingin melupakan semua kejadian itu oppa. Aku ingin melupakan semuanya. Aku ingin membuka lembaran baru'', jelasku sambil terisak
''Oke. Sekarang berhenti menangis dan lupakan semuanya untuk selama-lamanya'', kata key oppa
Kamis, 04 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar